Hari ini Naura sakit.
Entah karena apa.
Membuat Regan yang akan pergi ke restoran mengurungkan niatnya.
Regan tidak tahu awalnya kenapa yang pasti, saat ia bangun Naura belum kelihatan di dapur, padahal biasanya cewek itu yang lebih dulu.
Karena merasa sedikit khawatir--catat, cuman sedikit--Regan memutuskan untuk menghampiri Naura ke kamarnya. Iya, mereka sudah pisah kamar lagi sejak Tessa kembali pulang ke rumah Regan yang lama.
Saat sampai di kamar, Regan mengerutkan kening ketika melihat wajah Naura yang bercucuran keringat, juga cewek itu yang terlihat gelisah dalam tidurnya.
Regan langsung menempelkan punggung tangannya di dahi Naura, dan suhu tubuhnya nyaris membuat Regan mengumpat.
"Ra, bangun, Ra," ucap Regan seraya menyentuh dan sedikit mengusap bahu Naura.
Setelah selesai membuatkan nasi goreng yang semoga saja rasanya tidak seperti kemarin, Regan kembali menghampiri Naura ke kamar dan mencoba membangunkannya. Agar cewek itu bangun dan sarapan, setelah itu baru minum obat.
Masih tidak jawaban, Regan kembali menggerakkan bahu Naura. "Ra, bangun."
For your information, sebelum masak nasi goreng, Regan menyempatkan diri untuk menelpon mamanya, memberi kabar soal Naura yang sakit dan menanyakan perihal obat apa yang harus diberikan kepada cewek itu.
Perempuan yang sedang hamil tidak boleh meminum obat sembarangan, kan?
Masih belum ada pergerakan, Regan kembali menyentuh bahu Alana, kali ini dengan sedikit guncangan. "Ra, bangun."
Naura terlihat bergerak dengan suara ringisan yang keluar dari mulutnya.
"Bangun, makan. Lo sakit?" tanya Regan.
Naura membuka matanya, kemudian menatap Regan dengan tatapan sayu. "Siapa yang sakit?" tanyanya pelan.
"Lo, lah, siapa lagi?" Regan merasa heran dengan pertanyaan Naura barusan.
"Aku nggak sakit," balas Naura.
Regan memutar bola matanya malas. Suhu tubuhnya sangat tinggi, keliatan gelisah, berkeringat, apa itu tidak menandakan kalau dia sedang sakit?
"Jangan banyak ngomong, cepet bangun. Makan dulu," tegas Regan.
Jujur, Na…
Menikah Dengan Berandalan
Disuapin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments
syisya
uluh uluuuuhh manisnyaaaa
2024-09-02
0