Momen yang dihindari mati-matian itu kini terjadi juga.
Naura dan Regan sudah berada dalam perjalanan pulang. Duduk bersampingan di dalam mobil dengan mulut yang sama-sama diam, tidak ada yang berani mengeluarkan suara lebih dulu.
Regan yang fokus dengan jalanan di depan sana, dan Naura yang sibuk memikirkan topik apa yang harus ia bicarakan dengan suaminya. Bagaimanapun, tidak mungkin jika keduanya terus menerus berada dalam situasi seperti ini, kan?
Naura tahu kalau kejadian tadi pagi benar-benar kejadian yang sangat gila, tapi tidak seharusnya mereka membiarkan kecanggungan ini berlama-lama. Harus ada yang memulai bicara di antara keduanya.
"Ekhem ." Naura memulai dengan dehaman, berharap kalau rasa canggungnya bisa sedikit saja teredakan.
Sedangkan Regan sudah merasa was-was di tempatnya, takut kalau Naura akan membicarakan hal-hal yang menyangkut dengan kejadian beberapa jam yang lalu. Bukannya suudzan, tapi kalau berpikir bagaimana pola pikir Naura, hal itu tidak menutup kemungkinan, kah?
"Tadi Mama bekelin makanan," ucap Naura.
Ternyata hanya ingin memberitahukan soal itu. Syukurlah, setidaknya Naura tidak membahas-bahas soal tadi.
"Kamu mau makan?" Naura kembali berkata seraya membuka satu box makanan yang isinya ternyata brownies coklat dengan toping kacang almond. Sekotak brownies yang sudah dipotong kecil-kecil.
"L-lo aja," jawab Regan.
Demi apa pun, tolong jangan tertawa. Regan mohon. Dia tidak tahu kenapa mulutnya jadi kelu seperti itu. Di mana menjawab ucapan Naura saja harus segugup itu.
Biasanya Naura yang gugup, sekarang kenapa malah dirinya?
Seakan semuanya jadi balik arah.
"Kenapa emang?" Naura memastikan. Sudah berusaha dengan keras agar berani memulai percakapan, tapi cowok sangar itu malah menolaknya.
Naura merasa tidak terima usahanya disia-siakan begitu saja.
"Gak mau," jawab Regan cepat. Ia mengumpat kecil--dengan suara bisikan--lantaran kesal dengan Naura yang masih saja banyak tanya dalam situasi secanggung ini.
Cewek itu memang tidak paha…
Menikah Dengan Berandalan
Shut The Fuck Up!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments
syisya
mampus hhhhh
2024-09-10
0