Gini?"
Tessa dan suaminya sudah sampai di rumah Naura dan Regan. Keduanya ikut duduk di ruang tengah bersama si pemilik rumah dan Bagas. Berbincang mempertanyakan kenapa anak berandalannya itu bisa jatuh sakit.
"Namanya juga manusia," jawab Regan, menanggapi ucapan mamanya barusan. "Pasti bisa sakit juga."
"Biasanya paling nggak suka dibilang sakit," timpal Ardy yang duduk di samping Tessa. Sebelum melanjutkan perjalanan bisnisnya, laki-laki itu menyempatkan diri untuk menjenguk Regan yang katanya sudah sakit berhari-hari.
"Karena sakit yang dimaskud Papa itu beda sama sakit yang sekarang." Regan menjawab. Seperti biasa, raut wajahnya selalu datar, dan terlihat tidak suka. Bahkan tidak tertarik dengan perbincangan antara keluarga itu.
"Tapi bener, lho, apa kata Papa kamu. Kamu kecelakaan sampai dirawat berhari-hari di rumah sakit aja kamu nggak nunjukin kesakitan. Masih ingat kamu yang dikeroyok sama preman jalanan satu tahun yang lalu? Yang sampai bikin kamu pingsan berjam-jam? Kamu juga nggak bilang sakit, lho, saat itu. Tapi sekarang, meriang dikit aja sampai nggak bisa bangkit dari kasur, mana pake nggak mau ke rumah sakit segala," ucap Tessa panjang lebar, meluapkan apa yang membuatnya kepikiran soal keadaan anaknya itu.
"Kenapa? Kamu sakit beneran atau cuman mau dirawat sama Naura?" lanjut wanita itu.
Ucapan Tessa membuat Regan berdecak keras, saking kerasnya dua laki-laki yang ada di sana ikut menoleh ke arahnya. "Jangan ngada-ngada, Ma," ucap cowok itu.
"Tapi bener, kan? Jangan-jangan kamu cuman pura-pura sakit biar dirawat dan dikasih perhatian lebih sama istri kamu."
Kali ini Regan menghela napas panjang di tempatnya. Memang begini nasib anak kandung yang diperlakukan seperti anak tiri oleh keluarganya sendiri.
Demi apa pun, Regan seriusan sakit. Demamnya bukan setingan, lemasnya juga bukan main-main, tapi mamanya malah beranggapan seperti itu. Sampai menuduh-nuduh segala. Sudah gitu, ucapannya didengar oleh papanya, Bagas dan Naura.
Mau ditaruh di mana mu…
Menikah Dengan Berandalan
Kalau Iya, Emang Kenapa?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments