"Kamu udah belanja bulanan?"
Naura yang tengah menggoreng cemilan, menoleh menatap Tessa yang tengah memeriksa isi kulkasnya. Naura mengangguki ucapan wanita itu, sebab ia yang memang sudah belanja bersama Regan beberapa hari yang lalu.
"Iya, Ma," jawab Naura.
"Kapan?"
"Beberapa hari yang lalu."
"Sama siapa?"
Sama siapa lagi? Lagipula, Naura tidak mungkin melakukannya seorang diri. Selain takut karena bum hafal jalan di sekitaran sini, uang yang menanggung belanja bulanan ada di Regan. Jadi, tidak mungkin ia pergi tanpa laki-laki itu.
Tolong jangan salah paham, Naura memanfmg masih memiliki uang pemberian dari papa mertuanya. Namun, Regan sudah mewanti-wantinha kalau belanja atau apa pun yang bersangkutan dengan rumah tangga, harus menggunakan uang dari dia.
"Sama Regan, Ma."
Tessa menutup kembali kulkas yang sudah terisi penuh itu, kemudian berjalan menghampiri menantunya. "Kalian belanja berdua, udah cukup deket berarti sekarang, ya?" ucapnya dengan nada yang sengaja menggoda Naura.
"I-iya, Ma."
Tessa tersenyum lebar mendengarnya.' Terus, kenapa masih manggil nama sama dia? Harusnya memakai panggilan yang lebih sopan lagi, dong. Sama suami, kan, harus menggunakan tata bahasa yang sopan sekaligus romantis."
"Memangnya yang seperti apa?" tanya Naura dengan kerutan di keningnya. Jujur, ia memang tidak tahu panggilan sopan sekaligus romantis itu yang seperti apa.
"Masa kamu nggak tahu." Tessa mengalihkan pandangannya, melihat cemilan yang tengah digoreng oleh Naura. "Ya misalnya dengan panggilan, Mas, Pa, Yah, atau panggilan sayang seperti Sayang, honey, cinta, atau ada panggilan khusus juga nggak kalah bagus," lanjutnya.
Mendengar itu, Naura diam. Tidak bisa menjawab. Bingung harus memakai panggilan yang mana. Sedangkan untuk bicara saja ia masih merasa malu-malu sekaligus takut kepada cowok itu.
Persetan dengan kecanggungan yang masih menyelimuti keduanya, apakah Regan akan setuju dengan panggilan-panggilan seperti itu?
Naura pikir dia tidak akan menyetujuinya.
"Lho…
Menikah Dengan Berandalan
Mas?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments