"Kita mau ke mana?" Naura bertanya ketika merasa aneh sebab mobil yang dikemudikan oleh Regan tidak melewati jalan seperti biasanya. Meski masih merasa canggung karena kesalahan yang ia buat sampai membuat Regan berbicara setajam itu kepadanya, Naura tetap menanyakan hal itu karena tidak mau bertanya-tanya sendirian.
Semoga saja Regan mau menjawabnya.
"Ke suatu tempat."
Jawaban Regan membuat Naura semakin bingung di tempatnya. Sekaligus... merasa takut. Ke suatu tempat?
Ke mana?
Tidak salah, kan, kalau Naura merasa takut dengan cowok itu. Selain kejahatan yang dilakukan oleh Regan tempo hari, jangan lupakan dia yang masih marah karenanya saat ini. Naura tahu ini terdengar sedikit tidak mungkin, tapi ia takut Regan akan membawanya ke suatu tempat, menyakitinya, dan membalas dendam karena sudah membuatnya menunggu lama tadi.
Tolong yakinkan Naura kalau apa yang ia takutkan itu tidak akan pernah terjadi.
"Disuruh mama, jangan kayak orang yang lagi diculik kayak gitu."
Naura tersentak. Ia menoleh menatap Regan yang baru saja mengalihkan pandangan darinya. Ternyata Regan menyadari apa yang ada di pikirannya. Apakah wajahnya semenunjukan itu?
"Em... kalau boleh tahu, ke mana emang?"
"Ke salon."
"Salon?" ulang Naura bingung.
Regan menganggukkan kepalanya. "Iya, mama udah reservasi dari dua jam yang lalu, tapi karena lo lama, sekarang yang harusnya udah di rumah, kita malah baru mau ke sana."
"M-maaf," ucap Naura yang kembali merasa bersalah di tempatnya. "Maaf juga banyak tanya, kalau boleh tahu, kenapa kita ke tempat itu?"
Di sini Naura tidak bodoh. Salon yang dimaksud Regan sudah pasti tempat di mana para perempuan memanjakan dirinya, mempercantik diri dan yang lain semacamnya. Hanya saja di sini ia penasaran, kenapa mereka harus pergi ke tempat itu? Memang, siapa yang akan memanjakan diri di sana?
Perlu diingat, salon juga bukan tempat yang hanya mempercantik perempuan, kan? Laki-laki pun bisa melakukan hal yang sama di sana. Dengan cara-cara yang berbeda.
"Gue nggak ta…
Menikah Dengan Berandalan
Harapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments