Ini sudah pukul sepuluh malam, dan Naura masih uring-uringan tidak jelas di tempatnya. Berjalan ke sana ke mari dengan raut wajah yang masih belum berubah seperti siang tadi. Gelisah dan khawatir. Gelisah karena menunggu suaminya yang belum pulang sampai sekarang, dan khawatir dengan kondisi cowok itu sekaligus khawatir dengan kondisi Melody, sahabatnya.
Ini tidak seperti biasanya, jadi, sudah wajar kalau Naura merasa cemas, kan?
Di mana biasanya Regan selalu pulang sebelum jam enam sore, tapi sekarang?
Terlebih, pesannya sedari siang belum dapat balasan sampai sekarang. Iya, Regan bahkan tidak mengabari Naura kalau akan pulang telat seperti ini.
Reganku:
Kamu masih di mana?
Kenapa belum pulang?
Kamu nggak kenapa-napa, kan?
Kenapa nggak balas pesan dari aku?
Berbagai pertanyaan kembali Naura kirimkan melalui pesan kepada Regan, menanyakan bagaimana kondisi laki-laki itu dan di mana dia sekarang. Saking khawatirnya, bahkan Naura melupakan makan siang dan makan malamnya.
"Apa dia masih marah karena kemarin dan semalam?" gumam Naura pelan.
Merasa lelah mondar-mandir, perempuan dengan piyama tidur berwarna navy itu berjalan menuju sofa dan mendudukkan tubuhnya di sana. Dengan perasaan yang masih belum tenang hingga detik ini.
Apa benar Regan masih marah soal ia yang mengadukannya kepada Tessa kemarin? Atau marah karena permintaanya yang terlalu banyak semalam?
Kalau benar, maka Naura akan sangat meminta maaf karena itu. maaf karena sudah membuat Regan pulang telat seperti ini, yang mungkin saja laki-laki itu sengaja melakukannya karena tidak ingin melihat dirinya di rumah.
Kalau benar, akan sangat menyedihkan bagi Naura.
Lima menit setelah mendudukkan tubuhnya, Naura dibuat menoleh dengan suara ketukan pintu dari luar. Tanpa memikirkan hal yang tidak-tidak, ia langsung beranjak dan membuka pintu utama rumahnya. Dan laki-laki yang sedari tadi ia khawatirkan, tengah berdiri dengan tampang andalannya.
Datar dan menakutkan.
"K-kamu ke mana aja?" tanya Naura khawatir. Namun…
Menikah Dengan Berandalan
Bayi Kita
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments