Dua hari berlalu, Regan masih memikirkan pesan-pesan yang datang ke notifikasi ponselnya, tapi tidak lagi ia baca setelah mendengar ucapan Bagas beberapa waktu yang lalu.
Hingga detik ini, Regan belum bisa memastikan siapa si pengirim pesan itu.
Alih-alih mengikuti ucapan Bagas, Regan malah masih memilih untuk tetap tinggal di rumahnya bersama Naura. Bukannya mengabaikan, Regan hanya orang yang termasuk tidak takut dengan ancaman, apalagi ancaman yang hanya melalui pesan. Meski sebelumnya cowok itu sempat terkecoh sedikit.
"Kamu kapan pulang?"
Sesaat yang lalu Regan mengangkat telepon dari Naura. Ini sudah malam, dan ia masih berada di restoran. Wajar kalau Naura menelponnya dan bertanya seperti itu.
"Bentar lagi," jawab Regan dengan nada biasa. Maksudnya tidak sewot, tapi tidak terdengar lembut. "Lo tidur duluan aja, jangan nunggu gue. Takutnya malem. Istirahat."
"Kamu banyak kerjaan di sana?"
Entah benar atau tidak, Regan merasa kalau suara Naura terdengar sedikit gelisah di ujung sana. Makan malam di dapur saja cewek itu masih ingin ditemani, apalagi sekarang. Sendirian di rumah dan hari sudah malah. Wajar kalau Naura ketakutan.
"Tadi banyak, tapi sekarang udah mulai longgar. Tidur, gih, kunci semua pintu. Jangan buka selagi gue belum telpon lo dan bilang kalau gue udah di depan."
Regan mengedarkan pandangan ke sekeliling restoran yang sudah mulai terlihat sepi dibandingkan dengan beberapa menit yang lalu. Jangan takut, lakuin aja yang gue suruh. Bentar lagi gue pulang."
"Tapi kamu makan malam di rumah, kan?"
Regan mengerutkan dahi. Sudah semalam ini Naura masih menanyakan perihal makan malam. "Jangan bilang lo belum makan malam?" tanya Regan dengan nada penuh tuntutan.
"Aku ... masih nunggu kamu sampai sekarang
Astaga... Regan berdecak pelan. "Gue udah oernah bilang, kan, jangan tungguin gue. Lo makan duluan aja kalau jam delapan malam gue belum pulang juga," omel cowok itu.
"Iya, tapi ...."
Regan menghela napas pelan. "Tunggu sebentar, gue pulang sekarang."
Set…
Menikah Dengan Berandalan
Aku Takut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments