Ada banyak hal yang dilakukan oleh Regan setelah pengakuan cinta waktu itu, salah satunya, dia yang tidak pernah membiarkan Naura melakukan semuanya sendirian. Seperti sekarang, ketika Naura tengah menyiapkan sarapan di dapur.
Regan datang dan memeluk Naura dari belakang tanpa aba-aba.
Naura senang bukan main, tapi kadang kala dia merasa gugup juga kalau diperlakukan semanis itu oleh suaminya. Padahal, sebelumnya Naura adalah orang yang paling menginginkan hal itu.
"Masak apa?" Regan melepaskan pelukannya. Dia berdiri di samping Naura dan melihat apa yang ada dalam penggorengan. "Dari baunya, kayaknya enak."
"Em ... aku masak omelette, kamu suka?" jawab Naura.
"Telur dadar versi elitnya, ya? Jelas suka." Regan masih dalam posisi yang sama, dia bergerak mengangkat tangannya untuk bertengger di bahu Naura. Seperti yang sering ia lakukan kepada teman lelakinya. "Mau dibantuin, gak?"
"Nggak perlu, ini hampir selesai. Mending kamu mandi dulu."
"Mau bareng?"
Ditanya seperti itu, Naura kelabakan sendiri di tempatnya. Ini maksudnya bagaimana? Regan menginginkan hal itu dan tidak berani meminta secara langsung, atau cowok itu yang memang tengah berusaha untuk menggodanya?
Naura gugup bukan main. Dia berusaha melenyapkan salivanya di kerongkongan. "Aku, kan, udah mandi."
Melihat respons Naura, Regan sedikit menarik kedua sudut bibirnya. Merasa gemas melihat tingkah cewek lemot itu. Cewek menyedihkan yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta, bahkan sampai membuatnya mengakui hal itu kemarin.
Cukup gila. Sedangkan sebelumnya Regan pernah bersumpah kalau ia tidak akan pernah jatuh cinta lagi sama yang namanya perempuan.
"Gue juga udah mandi. Mangkanya liat dulu ke sini," ucap cowok itu.
Naura memang belum bertatap langsung dengan Regan karena sedari tadi ia fokusm membolak-balik omelette yang ia buat. Kini, Naura menuruti perintah suaminya, menatap laki-laki itu dengan tatapan yang sebenarnya sangat gugup.
"Rambut gue bahkan masih basah," lanjut Regan.
Naura mengangguk kecil.…
Menikah Dengan Berandalan
Kiss?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments