"Apa yang kau lakukan? Kita harus segera kembali kepenginapan!" Ucap lelaki separuh baya itu di tengah kerumunan.
"Apa kau akan membeli sayur? Tidak kan! Lagi pula untuk apa kau jalan-jalan ke pasar? Tempat ini sangat kotor. Iihhhh..." Ucap lelaki separuh baya itu lagi sembari mengibaskan tangannya yang tak sengaja terkena karpet yang di gotong kuli khusus pengangkut barang.
"Master, bukan kah aku sudah memintamu untuk tidak mengikutiku! Lihat, sekarang kau terjebak dimana?" Ucap lelaki tampan bertubuh kekar itu.
"Jangan ikuti aku! Aku akan pulang sendiri." Ucap lelaki muda berwajah rupawan itu lagi. Tidak ada beban di pundaknya, ia hanya ingin menghabiskan waktu senggangnya dengan menikmati suasana menyejukkan di pedesaan.
"Araf. Araf. cepat kembali! Araf." Berkali-kali lelaki separuh baya itu memanggil, namun ia tetap saja di abaikan. Yang lebih membuatnya kesal, lelaki yang ia panggil sama sekali tak menghiraukan panggilannya, lelaki tampan itu berjalan sembari melambaikan tangan.
...***...
Araf Walker!
Namanya Araf Walker, ia terlahir dengan sendok emas di tangannya. Wajah rupawan, kulit putih, mata biru, humoris, rasanya tidak akan cukup untuk menjelaskan tentang sosok dirinya.
Sejak kecil ia menjadi anak kebanggaan, sayangnya sikap playboy dan mudah bosan menjadi hal terburuk yang ada dalam dirinya. Jiwa bebasnya membawanya menuju Malang, setiap orang ingin tinggal di kota besar untuk memperbaiki ekonominya. Namun tidak dengan Araf, ia lebih memilih tinggal di pedesaan dari pada di Ibu Kota yang padat.
Mungkin itu salah satu impiannya, impiannya untuk menghabiskan masa mudanya di tempat yang memiliki pemandangan indah dengan udara yang menyejukkan, dan pilihannya jatuh pada Kota Malang.
Araf selalu melakukan kesalahan, karna itulah mamanya meminta peria separuh baya itu untuk mengikutinya sampai pedesaan hanya untuk memberikan laporan setiap inci kegiatannya.
"Untunglah pria payah itu sudah pergi! Aku benar-banar bodoh, kenapa juga aku percaya mama akan membia…
Fazila Titipan Dari Surga
Teman Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Imel Nafis
👍👍👍👍👍👍👍❤️
2022-12-05
0
Imel Nafis
👍👍👍👍👍👍👍❤️
2022-12-05
0
Maulana ya_Rohman
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2022-08-23
0