Waktu terus berjalan, namun tidak ada tanda-tanda kesedihan ini akan segera berakhir. Bahkan dinding-dinding kediaman Wijaya pun ikut menangis sore ini.
Untuk sesaat aku kembali menatap wajah Mama, tubuh itu masih bersimpuh di lantai dan tak bertenaga. Ia menangis tanpa mengeluarkan suara, aku bisa membayangkan betapa besar kesedihan yang di alaminya. Pelan, Papa berjalan mendekati Mama kemudian menopang tubuh lemah itu dan mendudukkannya di sofa.
Berbeda lagi dengan Oma dan Opa. Oma menyandarkan kepalanya di tubuh sepuh Opa, mereka berdua menangis, namun tidak sehisteris Mama.
"Apa yang harus Mama lakukan, Pa? Anak kebanggaanku telah mencoreng aib hitam di wajahku. Kenapa aku tidak tiada saja sebelum aku mendengar pengakuan buruknya!
Sebelum ini aku tidak pernah merasakan kesedihan sedalam ini! Tapi, sekarang? Dada ku terasa sesak! Rasanya aku tidak bisa hidup dengan aib ini! Apa yang akan ku katakan pada gadis Saliha itu? Haruskah aku mengatakan, aku adalah Ibu dari pria kurang ajar yang menyebabkan penderitaan dalam hidupnya? Hiks.Hiks!" Lagi-lagi Mama terisak, kini tangisnya terdengar sangat memilukan. Aku pun berharap akan tiada sebelum mendengar isakan Mama. Aku memang pria dingin dan kejam pada orang yang melakukan kesalahan, tapi aku tidak sekejam itu untuk membuat orang-orang yang kusayangi menagis. Dan aku pun tidak sekejam itu untuk menyakiti orang lain yang tidak melakukan kesalahn padaku.
Aku masih larut dalam tangis panjangku, dan putri manisku pun masih memeluk tubuhku tanpa menghentikan usapan pelannya di pundak ku. Sesekali ia bahkan mengelus rambutku. Aku tidak berdaya, namun pelukan yang di berikan putri manisku menjadi kekuatan baru yang Tuhan berikan untukku.
Mmmmmm!
Putri manisku berdeham cukup panjang setelah melepaskan tubuhnya dari pelukan ku. Kini matanya menatap satu per satu orang yang di anggapnya sebagai keluarga barunya dengan tatapan heran.
"Apa kalian sungguh keluarga ku?" Pertanyaan itu kembali terucap dari bibir tipis putri manisku…
Fazila Titipan Dari Surga
Pemandangan Yang Indah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Sweet Girl
bwahahahaha lhaaa tamu Ndak dijamu... sampai kelaparan.
2023-08-12
0
Yullie Kasih
Astaga dasar bocah, orang tua lagi sedih/mewek malah dia lapar/minta makan hahhaa
2023-01-26
0
Ana Hardi
satukan mereka thor
2022-01-04
0