Matahari baru saja keluar dari peraduannya, suara kicauan burung-burung sangat merdu ditelinganya, namun entah kenapa ia lebih memilih bergemul di bawah selimut setelah menunaikan shalat subuh.
"Biarkan aku tidur sebentar lagi. Aku masih mengantuk." Ucap lelaki tampan itu dengan suara khas bangun tidur.
"Tuan anda harus bangun, nona kecil sedang menunggu di depan rumah." Ucap pengawal pribadi yang sejak tadi berusaha membangunkan tuannya namun tetap gagal.
"Apa? Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal?" Araf bangun sembari menyeret selimutnya kelantai.
Ia berlari kekamar mandi sambil mengucek matanya yang masih terasa perih. Maklum saja, ia tertidur pukul empat pagi mendekati waktu subuh.
Aistttt! Insomnia sialan ini membawaku dalam masalah. Gumam Araf dalam hatinya sambil mengosok gigi. Ia menatap pantulan wajahnya di cermin setelah membersihkannya dengan sabun.
"Sempurna." Ucap Araf memuji ketampanannya, kemudian berjalan mendekati pintu, didapatinya empat anak manis lengkap dengan pakaian olah raga sedang duduk di teras rumah, wajah mereka menjelaskan isi hati mereka.
Mereka terlihat kesal, bisa di pastikan anak-anak manis itu tidak menunggu dalam hitungan detik saja, apa lagi menit.
"Apa kalian bosan?" Araf membuka suara di antara senyapnya udara.
"T-I-D-A-K." Ucap bocah gembul itu dengan wajah masam.
"Paman dokter minta maaf! Paman dokter lupa!" Ucap Araf lagi sambil menjewer telinga tanda menyesal.
"Sudahlah paman dokter. Mohon di maklumi, Amir sedikit sensitif, dia seperti anak perempuan pemarah." Ucap Fazila sambil berbisik di telinga Araf.
Seandainya Araf tidak muncul dalam dua menit susah di pastikan anak-anak manis itu akan meninggalkannya tanpa sepatah kata pun.
"Paman dokter curang! Kami menunggu di sini hampir dua jam! Bukankah kita sudah berjanji akan bertemu pukul enam? Lihatlah, sekarang hampir jam delapan." Lisa pura-pura mendengus kesal.
"Ia benar. Paman dokter curang." Sambung Amir dan Dena bersamaan.
"Baiklah anak-anak, paman dokter ngaku salah…
Fazila Titipan Dari Surga
Terluka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Ana Hardi
Bu Yati gak punya ahlaq,...😠😠😠😈😈
2022-01-04
0
Ledy mardi
ayok kita tabok berjamaah bu yati nya
2021-11-19
0
AdeOpie
Araf baik banget si, apa setelah Fazila ketemu ayah kandung' nya Araf masih mau deket dengan Fazila?
2021-04-30
1