"Fatimah, bangun nak! Bangun!"
Nyai Latifa menggoyang-goyangkan tubuhku, berkali-kali ia mencoba mengangkat ku namun berkali-kali pula ia tersungkur, tubuh separuh bayanya tidak bisa menahan tubuh lemasku, sampai akhirnya ia lebih memilih menyandarkan ku di sofa dekat Televisi.
"Fatimah, bangun nak. Ayo bangun, kenapa kau bisa berakhir seperti ini." Ucap Nyai Latifa dengan derai air mata yang tak dapat ia tahan.
Hmm... Aku merespon ucapannya hanya dengan helaan nafas saja, aku mulai menyadari kehadiran Nyai Latifa. Mataku menerawang kesegala inci rumah sederhana yang ku huni sejak delapan tahun silam, netra ku mencoba mencari putri kecil ku yang sangat ku rindukan, sayangnya aku tidak bisa menemukan keberadaannya.
Ahh... Iya, pagi ini aku memintanya jalan-jalan bersama teman-temannya. Ini sudah siang, kenapa dia belum pulang? Jika dia melihatku dalam keadaan seperti ini ia pasti akan menangis, aku harus kuat, aku harus sembuh! Gumam ku dalam hati sambil menerima pemberian air dari tangan Nyai Latifa.
"Nyai pikir kau sedang marah, karena itu kau tidak pernah mengunjungiku! Maafkan Nyai yang tidak bisa mengerti perasaanmu." Ucap Nyai Latifa lagi, air mata masih menetes di mata sayunya.
Nyai... Aku tidak apa-apa! Aku baik-baik saja, Nyai tidak perlu khawatir. Nyai tidak perlu menangis. Ingin rasanya aku mengatakan itu pada wanita separuh baya yang ku anggap sebagai ibu itu, sayangnya ucapanku tertahan di tenggorokanku. Sisa-sisa tenaga yang ku miliki tidak bisa membuatku menenangkan Nyai Latifa, aku tahu ia sangat khawatir. Aku merasa putus asa, aku mencoba meyakinkan diri apa yang di gariskan Tuhan untuk Hambanya maka itu yang terbaik untuknya. Begitulah caraku meyakinkah diriku untuk bertahan dalam Dunia hitam putihku yang di penuhi dengan derita.
"Apa putri mu belum kembali?"
Aku mengedipkan mata memberi isyarat pada Nyai Latifa kalau Fazila belum pulang.
"Baiklah, tidak apa-apa. Putrimu ada di rumah Nyai, disana dia sedang bersama kiai untuk mengulang hafalannya. S…
Fazila Titipan Dari Surga
Berharap Bertemu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Ana Hardi
Alan cpt bergerak,lmbaaan banget sih...🤦🤦🤦
2022-01-04
0
Hennika Marta
terlalu panjang ceritanya dengan tokoh lain...terlalu lama Fatimah bertemu dgn Alan....
2021-07-25
0
Zuroidatul Asmah
ditunggu up nya Thooor..
2021-05-09
0