Sepanjang perjalanan pulang ke asrama, aku hanya memikirkan ucapan pengawal setia itu, ucapan yang selalu menyanjung betapa baik tuannya. Di saat seperti ini aku membutuhkan teman bicara.
Teman bicara?
Itu terdengar sangat aneh bagiku. Hidup yang ku jalani tidak seperti wanita lain, aku tidak punya teman akrab untuk berbagi kisah hidupku. Entah aku harus bersyukur atau tidak untuk itu. Lagi pula tidak ada yang bisa kubagikan pada orang lain selain kisah sedihku, aku hanya bisa berdoa semoga wanita lain tidak akan mengalami derita seperti yang ku alami.
Kebahagiaanku terikat pada kebahagiaan putri kecilku, Meyda Noviana Fazila. Jika putri kecilku tidak bahagia maka aku pun tidak berhak untuk bahagia.
Untuk sesaat aku menatap wajah terlelap Fazila, ada bayak obat di wajah itu untuk hatiku. Rasanya kesedihanku tidak ada apa-apanya di banding dengan kebahagiaannya. Aku bahkan rela melompat ke-api hanya untuk melihat senyum itu. Maka tidak ada pilihan lain bagiku selain memaksakan diriku.
"Ya Allah... Aku tidak tahu apa yang baik dan apa yang buruk! Selama ini aku selalu berusaha menjalani hidupku dengan benar, dan aku tahu putri salihaku pun tahu perjuangan Umminya.
Ya Allah... Saat ini aku sedang dilema. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Tapi, setelah melihat wajah putri manisku Fazila, dengan tenang ku putuskan, aku akan berjalan di jalan yang akan membuatnya bahagia." Ucapku dengan derai air mata. Ku usap wajah Fazila dengan penuh kehati-hatian. Aku tidak ingin ia terbangun dari tidurnya.
"Nak... Apa pun yang Ummi lakukan semuanya demi kebahagiaan mu. Selama ini kita hanya hidup berdua, tapi sekarang? Kau punya banyak keluarga.
Setiap tarikan dan hembusan nafas Ummi, semuanya Ummi dedikasikan untuk putri tersayang Ummi. Terima kasih sudah menjadi putri Ummi. Jika kau tidak bersama Ummi, mungkin sudah lama Ummi meninggalkan dunia ini." Ucapku dengan nada suara serak. Air mataku mengalir deras.
"Baiklah, sekarang bukan waktunya untuk menangis. Putri cantik Ummi harus…
Fazila Titipan Dari Surga
Demi Fazila (Alan&Fatimah)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Sweet Girl
kadang kadang bingung, JD loding dulu ini siapa yg bicara.
Alan kah... Araf kah... Fatimah kah...
🤦🤦🤦🤦
2023-08-14
0
Ana Hardi
terharu,bahagia uhhhhh akhir nya ayooo Alan cpt halalkan...sah....😍😍😍😍😍
2022-01-05
0
Ledy mardi
wow... akhirnya
2021-11-20
0