Aku baru saja beranjak dari tempat duduk ku ketika seorang pelayan muda membuka pintu ruang VVIV sembari membawa hidangan. Sebelum aku benar-benar pergi, sekali lagi ku tatap wajah keempat orang yang duduk di meja makan itu. Wajah mereka masih terlihat lesu, dan hal itu pun tak jauh berbeda denganku.
"Bawa kembali hidangannya! Kami tidak lapar! Kami tidak mau makan!" Sayup-sayup aku mendengar ucapan Oma Ochi. Meskipun demikian, aku tetap melangkah meninggalkan mereka, aku pun tidak akan bisa makan setelah mendengar pemintaan mereka, permintaan yang membuatku merasa kesal luar biasa.
Sementara itu di tempat berbeda, sosok manis nan Saliha sedang asyik murajaah bersama dengan keempat teman kelompoknya. Mereka saling menyimak bacaan Quran, dan sesekali Ustadz pembimbing mereka memperbaiki bacaan murid bimbingannya, wajah sepuh pembimbing itu terlihat tenang dan sabar.
"Fazila... Bacaanmu sudah bagus! Kau harus ingat, saat tampil di atas panggung kau harus tenang, kau tidak boleh terburu-buru dalam membaca Al-Quran." Ucap Ustadz itu sambil memamerkan senyuman.
"Besok kalian akan tampil, di atas panggung kalian akan menjadi lawan, kita tidak bicara tentang siapa yang terbaik dan siapa yang terburuk! Tapi, disini kita belajar tentang siapa yang bisa menjaga hafalannya dan mengamalkan ilmunya." Sambung Ustadz pembimbing itu lagi.
Setiap peserta di bagi menjadi enam kelompok, setiap kelompok terdiri dari lima anak. Kali ini Fazila pun sama, ia di kelompokkan dengan dua anak perempuan yang seusia dengannya yakni tujuh tahun, dan dua di antaranya laki-laki.
"Sekarang kalian boleh istirahat. Ingat, besok siang kalian harus berkumpul di Aula. Kita akan latihan sebelum kalian tampil di atas panggung, semoga Allah mempermudah kalian dalam menghafal dan mengamalkan isi Al-Quran, semoga Rahmat Allah selalu tercurah untuk kalian semua." Ucap Ustadz pembimbing itu lagi. Setelah membaca doa majlis anak-anak bersalaman kemudian meninggalkan ustadz pembimbing mereka.
"Ummi..." Putri man…
Fazila Titipan Dari Surga
Pembelaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Ana Hardi
semangaaaat Alan,takluk kan hati Fatimah
2022-01-04
0
Sopi Yah
Alan kenapa ngga tegas banget sih buruan dong berusaha untuk meluluhkan hati Fatima dan mendapatkan sepenuhnya hati Fatima jangan diem" bae
2021-08-20
0
Hayu Ayuk
lanjut thor....penasaran nih...
2021-08-19
0