Hiks.Hiks.Hiks.
Suara tangis Nyai Latifa terdengar menggema di telinga ku dan tentunya di telinga Kiai Hasan juga. Sepuluh menit berlalu sejak aku keluar dari ruang inap Nyai Latifa, tetap saja ia masih menangis.
Aku masih berdiri mematung di depan pintu dengan derai air mata. Aku sendiri tidak pernah menyangka wanita separuh baya sekelas Nyai Latifa akan menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainan barunya karena mendengar kisah pilu masa lalu ku, masa lalu yang membuat sekujur tubuh ku merinding jika kebetulan aku mengingatnya dalam kesendirian.
Seharusnya aku tidak perlu mengatakan apapun pada Nyai Latifa dan Kiai Hasan. Masa laluku tidak membawa senyuman bagi siapapun yang mendengarnya. Dari mana keberanian bodoh ini muncul? Aku bergumam sendiri sambil menghapus sudut mataku yang masih berair dengan punggung tanganku.
Fatimah... Semuanya hampir berakhir! Lusa putrimu akan tampil, dan ini akan menjadi penampilan terakhirnya. Setelah semua ini selesai apa yang akan kau lakukan? Sanggupkah kau berdiri di depan Kiai Hasan dan Nyai Latifa dalam keadaan penuh dosa? Kau tidak akan bisa menanggung kesedihanmu jika Nyai Latifa dan Kiai Hasan mengabaikanmu, haruskah kau meninggalkan kota yang sudah menghangatkanmu? Kemana kau akan pergi? Fatimah... Fatimah, kau benar-benar dalam masalah besar. Lagi-lagi aku bergumam sendiri.
Aku memutuskan meninggalkan Kiai Hasan dan Nyai Latifa dengan segala kepedihan yang dirasakannya. Malam ini, entah aku bisa tidur atau tidak, yang jelas aku hanya ingin segera sampai di pesantren milik saudara sepupu Kiai Hasan, istirahat disana sambil merenung dan meminta ampun pada yang kuasa jauh lebih baik dari pada hanya menangis saja.
...***...
"Abi curang, pantas saja Abi menang, itu karena Oma memberitahukan jawabannya." Ucap putri manisku sambil memamerkan wajah penuh curiga.
"Tidak sayang, Oma tidak pernah memberi tahu kan Abi mu! Abimu orang yang cerdas, tentu saja dia menebak jawabanya dengan mudah." Balas Mama sambil mencubit pelan…
Fazila Titipan Dari Surga
Penasihat Cinta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Maulana ya_Rohman
🤧
2022-08-23
0
Ana Hardi
😭😭😭😭😭😭😭😭
2022-01-05
0
lisnaJambi
amiiin kan dong manteman,
moga secepatnya bersatu fatim sama alan,, amin
2021-10-07
0