"Fazila, cepat nak." Aku mendesak putriku agar segera bersiap, teman-teman sekolah nya sudah menunggu di depan rumah.
"Sebentar lagi, Mi. Lagi tanggung." Balas Fazila sembari mengikat tali sepatunya.
"Ummi sudah memasukkan bekal makan siang mu di dalam tas, jangan lupa di makan. Ummi akan marah jika bekal makan siang mu pulang dalam keadaan utuh." Ucap ku lagi sambil menenteng tas belanjaan.
Sejak semalam benang ku habis, dan pagi ini aku berencana mampir di toko yang biasa ku singgahi untuk membeli perlengkapan untuk menjahit.
"Apa ummi akan keluar?"
"Ummi mau membeli perlengkapan jahit."
"Hampir saja Fazila lupa! Nenek Nyai meminta Ummi untuk membuatkan beliau jilbab seperti yang Ummi buatkan kemarin. Tapi, kali ini warnanya harus kuning."
"Benarkah?" Tanyaku menegaskan.
"Ia, pagi ini nenek Nyai meminta Ummi untuk mampir kerumahnya." Ucap Fazila sambil berjalan kearahku.
Putri kesayangan ku berangkat setelah berpamitan dengan ku, dan aku pun berangkat menuju toko di tengah pasar yang biasa ku kunjungi setiap seminggu sekali.
...***...
"Eeehh... Non Fatimah datang lagi?" Sapa pemilik toko dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.
"Ia, pak." Balas ku sambil menyodorkan kertas daftar belanjaan.
"O iya non, kemarin ada yang mencarimu."
"Mencariku, siapa?"
"Bapak juga tidak tahu! Tapi dia menitipkan ini untuk mu!" Pelan aku mengambil sebuah amplop yang disodorkan pemilik toko, dan memasukkan amplop itu kedalam tas kecil yang ada di tangan kanan ku.
Sementara itu, di sudut yang tak terlihat seseorang mengawasi Fatimah sambil tersenyum sinis kearahnya.
Dalam setiap ruang kehidupan yang kita lalui, terkadang kita akan bertemu bermacam sipat yang terdapat dalam diri orang yang kita temui. Ada yang tersenyum di depanmu, namun sebenarnya ia sangat membencimu. Ada juga yang menyanjung di depanmu, namun di belakang ia seperti api yang akan mebakar dengan sikap dengki dan iri hati.
Tidak ada keuntungan dari kedengkian selain dari penderitaan.
Eeemm! Seorang berdehem sembari…
Fazila Titipan Dari Surga
Takut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Adinda ambarsari
cerita bagus Kaya Gini harus disupport bgt biar makin Banyak lagi cerita positive lainnya
2023-02-13
0
hartatik hartatik
ga sabar kpn ktm nya alan
2022-06-11
1
Ana Hardi
mntaaap thor
2022-01-04
0