Langit biru dengan awan putih membumbung tinggi menghiasi cakrawala. Seperti yang sudah di rencanakan, hari ini Aku dan Fazila berangkat menuju Jakarta di temani salah satu asisten rumah tangga Nyai Latifa.
"Nyai, Fatimah tidak perlu di temani oleh siapa pun! Bukankah Nyai sangat mengenal ku?" Aku ngotot tidak ingin membawa salah satu asisten rumah tangga Nyai Latifa. Kesederhanaan dan sikap kemandirian sudah mendarah danging dalam kehidupanku.
"Siapa yang ingin mendengar pendapatmu? Terima apa pun yang Nyai berikan, bukankah kau selalu mengatakan Nyai sama seperti ibumu. Apa Nyai hanya seperti ibu bagimu karena itu kau berani membantahku? Apa kau berani membantahku jika aku benar-benar ibumu?" Nyai Latifa menatap ku dengan tatapan yang sulit ku artikan.
Tatapan tajam yang berasal dari netra teduhnya seolah menusuk ulu hatiku. Aku rasa Nyai Latifa sedang bersedih. Aku ingin menangis bersamanya, tapi air mata ku tidak bisa keluar di tengan keramaian Bandara.
"Kau dan bu Melan akan tinggal di Pesantren saudara Kiai Hasan. Fazila akan tinggal di Asrama, kau bisa mengunjungi Fazila setiap hari dan bu Melan akan mengerjakan semua tugasmu." Sambung Nyai Latifa.
Wanita separuh baya itu memelukku dengan derai air mata. Untuk pertama kalinya aku melihat Nyai Latifa serapuh itu.
"Kenapa Ummi menangis? Ini saat-saat yang paling membahagiakan. Cucu kita Fazila akan melakukan hal yang sangat mulia, bukannya melepas Fatimah dan putrinya dengan senyuman, Ummi malah menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainannya." Guyon Kiai Hasan sambil menyodorkan sapu tangan coklat pada Nyai Latifa.
"Ummi bahagia bii... Hanya saja Ummi tidak bisa mengontrol emosi yang ada. Tolong biarkan Ummi kali ini saja. Jangan katakan apa pun sampai mereka berdua berangkat." Balas Nyai Latifa dengan nada suara cukup tenang.
Kiai Hasan hanya bisa diam mendengar ucapan singkat istrinya. Ketika istri sudah menunjukan kuasanya laki-laki hanya bisa mangut saja.
"Dokter Araf mencarimu? Jangan lupa berpamit…
Fazila Titipan Dari Surga
Kunjungan Pertama (Alan)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Yulia Orif
ceritamu bagus thor, tetap semangat ya
2022-05-25
0
Ana Hardi
lnjuuut thor
2022-01-04
0
Iyah Jariyah
aq suka cerita alur y ringan semangat author,🤗🤗💪💪
2021-08-09
0