"Fazila, nak. Apa kau sudah pulang?" Aku bertanya sambil bangun dari tempat tidur, setelah Nyai Latifa memberikan obat, entah kenapa aku merasa mengantuk. Kepalaku yang tadinya terasa berat, sekarang sudah mendingan.
Pelan aku berjalan sambil berpegangan di setiap dinding yang ku lalui. Entah kenapa mataku terasa perih, aku ingin istirahat namun naluri keibuanku terus saja mencari putri yang sangat kurindukan.
"Fazila, nak. Apa kau disana?" Tanyaku lagi sambil berjalan kearah sumber air keran yang masih mengalir.
"Non, Fatimah! Ini Mbok, non." Ucap wanita separuh baya yang berdiri di depanku, ia berlari dari dapur hanya untuk menghampiri ku.
Namanya mbok Asih, beliau asisten rumah tangga yang sebelumnya di bicarakan Nyai Latifa. Usianya beda lima tahun dengan Nyai Latifa, dan bagiku mbok Asih sudah seperti leluarga sendiri.
"Nak Fazila belum pulang? Berarti dia masih di klinik? Pasti non Fatimah sangat marah pada bu Yati? Mbok juga ngerti, kalo seandainya saya jadi non Fatimah, sudah pasti rumahnya akan saya labrak." Ucap Mbok Asih dengan segala kekesalannya.
Mbok Asih tidak memperhatikan wajah penasaranku, aku sendiri tidak mengerti arah pembicaraannya.
Klinik?
Melabrak bu Yati?
Aku benar-benar tidak mengerti maksutnya!
Bu Yati? Setiap kali mendengar namanya aku selalu berpikir untuk tidak terlibat dengannya. Dia wanita yang angkuh. Aku tidak tahu hatinya terbuat dari apa, setiap kali bertemu dengan ku emosinya seperti tersulut api. Aku benci pertikaian, karena itulah setiap kali ada masalah yang akan membuat emosiku tersulut, aku lebih memilih untuk tidak larut dalam emosi itu. Tidak jarang aku meminta maaf lebih dulu, aku selalu berpikir meminta maaf lebih dulu tidak akan membuatku terhina.
Hal yang sama pun ku ajarkan pada putri ku, bertengkar hanya akan menghilangkan keberkahan dalam hidup. Selama masih ada jalan damai untuk apa memperbesar masalah kecil.
"Klinik? Apa maksud mbok Asih?" Tanya ku penasaran dengan dahi yang mulai meneteskan keringat dingin.
"Jadi…
Fazila Titipan Dari Surga
Amarah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Ana Hardi
Bu Yati dan Bu Helen cburin aja ke laut biar jadi santapan ikan Hiu...😠😠😠😈😈
2022-01-04
0
Hayu Ayuk
lanjut thor...kita tunggu lanjutannya.
2021-05-15
0
AdeOpie
main tampar ajah si Fatimah, Bu Yati nyebelin banget dah masukin ke got ajah lah
2021-05-11
1