Aku tiba di rumah dengan membawa rasa yeri di wajah kanan ku, Opa sudah tua tapi tenaganya masih kuat untuk mematahkan tulang lawannya, maklum saja beliau pensiunan Tentara yang separuh hidupnya di habiskan untuk menjaga kedamaian Negara. Satu cucu nakal seperti ku akan mudah untuknya memberikan pelajaran, namun beliau memilih untuk diam. Entah apa yang di katakan rekan-rekannya sampai kemarahannya malam oni meledak membanjiri keluarga kami dengan air mata.
"Apa mama masih sedih? Aku yakin mama menangis di kamarnya, kemudian papa akan sibuk menghiburnya." Gumamku sambil membayangkan wajah tersenyum Mama.
Mama sangat naif, terkadang beliau seperti anak kecil. Merengek pada papa agar membiarkan ku sendiri, aku sama sepertinya tidak terlalu perduli dengan pendapat orang lain, hanya saja Opa akan mulai marah jika kehormatan keluarganya berada di ambang kehancuran.
Pelan aku berjalan menuju balkon, membiarkan angin malam membelai wajah kesal ku. Berharap hembusan angin ini membawa semua resah ku. Mendung menyelimuti langit ibu kota malam ini, pelan gerimis mulai turun menyapa bumi.
"Gerimis ini jauh lebih bebas di bandingkan dengan ku." Lirih ku sambil menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya kasar.
"Jika esok aku masih bisa melihat mentari, aku tidak ingin mataku ini menangkap bayangan kepedihan masa lalu. Tuhan, aku ingin bahagia walau hanya sekejab saja. Tunjukan jalan mu..." Rasanya air mataku ingin tumpah, namun ucapan opa terasa bagai dinding pembatasnya 'Kamu itu anak laki-laki, jangan cengeng. Haya orang lemah yang akan menangis seperti perempuan' Hanya ucapan itu yang ku dengar dari opa sejak kecil hingga aku tumbuh dewasa.
Dewasa? Hhhmmmm! Aku tidak sedewasa itu untuk tidak merasakan kepedihan lagi.
Dret.Dret.Dret.
Ponsel di saku ku bergetar, pelan aku meraihnya dengan tangan kiri. 'Araf' namanya terpampang dengan jelas di ponsel yang ku pegang. Aku tersenyun sebelum aku menerima panggilannya. Aku pikir aku membutuhkan teman, setidaknya itu akan menguran…
Fazila Titipan Dari Surga
Apa Aku Mengenalnya?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Ana Hardi
😀😀😀😀😀 babang Araf di ajari Fazila baca ayat kursi...😍😍😍
2022-01-04
0
Lilis Lestari
bagus thor ceritanya.
2021-08-04
0