Semua mata tertuju pada Araf dan rekan-rekan dokternya yang baru saja keluar dari ruang oprasi. Wajah keempat orang itu terlihat prustasi, lebih-lebih Araf yang telah menghabiskan sebagian waktunya bersama putri Saliha ku, Meyda Noviana Fazila.
Ku tatap wajah Umminya, wajah itu masih terlihat sama. Antara sedih dan putus asa bercampur menjadi satu. Tidak ada lagi air mata yang menetes dari netra indahnya, dan hal itu yang membuatku semakin prustasi dan sesak sampai di titik aku pikir aku akan gila.
"Dokter, bagaimana keadaan putriku?" Aku berjalan setengah berlari mendekati dokter senior itu. Wajahnya menjelaskan kalau dia sudah bergelut di bidang kedokteran lebih dari setengah usianya.
"Alan..." Tidak ada lagi ucapan yang keluar dari lisan Araf, dia memelukku sambil meneteskan air mata. Entah apa yang ada dalam pikirannya sampai ucapannya hanya bisa tertahan di tenggorokannya.
"Dokter... Tolong katakan sesuatu. Bagaimana keadaan putri berharga kami...?" Kali ini Opa yang bicara mewakili semua orang.
Ummi Fazila yang berdiri di samping Mama kembali meneteskan air mata. Dia berubah menjadi pendiam sejak putri kami berada di ruang oprasi. Di saat semua orang terlihat antusias melihat dokter keluar dia hanya bisa menyeka air mata dengan pasmina yang menutupi kepalanya. Dengan sigap aku memegang lengannya, aku tidak ingin dia larut dalam kesedihan mendalamnya sendiri, kami sama-sama sedih, jika kami harus tiada dalam kesedihan ini maka kami akan tiada bersama-sama.
"Oprasi yang di lakukan pada Fazila adalah oprasi yang sangat berbahaya. Tadinya putri kalian tidak punya banyak waktu, bahkan kondisi pasien sudah memburuk, tubuhnya tidak merespon perawatan yang diberikan.
Untungnya... Putri kalian memiliki keinginan untuk hidup. Dia anak yang pemberani, walau pelurunya ada di dalam otak yang sensitif ia tetap bertahan." Dokter senior itu terlihat khawatir.
Opa Ade, Oma Ochi dan Mama mulai bernafas lega mendengar penjelasan dokter senior itu. Berbeda dengan ummi Fazila, dia…
Fazila Titipan Dari Surga
Berdebatan (Ruan&Seren)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Anna
begitulah manusia yang jahat, tidak bisa sadar walaupun sudah di peringatkan.
2022-01-22
0
Lilis Lestari
Thor jgn buat fazila mati.kan judulnya aja fazila.
2022-01-22
0
Dewi Yusnita
semoga fazilah dapat keajaiban cepat sadar
2022-01-22
0