Masa lalu itu seperti bayangan yang tidak bisa jauh dari kehidupan tenang yang coba kita bangun dengan segala harapan dan kebaikan. Masa lalu ada agar kita bisa berkaca dan tidak mengulanginya lagi dimasa mendatang. Hidup adalah perjalanan yang indah, namun hidup itu akan terasa menyedihkan jika kita menjalaninya dengan salah.
Sama seperti diriku, aku menjalani hidup dengan tumpukan kesalahan selama tiga belas tahun terakhir, cinta yang ku anggap penuh keajaiban tak ubahnya seperti istana pasir yang tak memiliki kekuatan apa-apa, begitu istana itu runtuh yang tertinggal hanya puing-puing yang berbentuk derita tanpa batas.
Aku duduk di kursi kebesaranku sembari menyangga kepala dengan tangan kananku. Seharusnya amarah ini tidak perlu memenuhi rongga dadaku. Entah kenapa, setiap kali melihat Seren rasanya aku ingin menghukumnya dengan hukuman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Mengingat Seren pernah membuatku sangat bahagia selalu menghentikan langkah kakiku untuk tidak melayangkan tanganku di wajah cantiknya.
Prakkkkkk!!!
Bantingan cukup keras yang bersumber dari pintu kantorku membuat Araf yang tertidur pulas terlihat terkejut, entah berapa lama ia tidak tidur siang sampai tidak bergerak dari sofa.
"Apa kau lupa dengan kata-kataku? Berani sekali kau muncul di depanku setelah aku memperingatkanmu untuk menjauh dariku!"
"Alan. Ada apa denganmu? Apa begitu mudahnya dirimu melupakanku? Aku tidak pernah merasa seterhina ini sebelumnya, demi cintaku padamu aku bahkan rela membuang harga diriku."
Mendengar ucapan Seren membuatku meradang. Sebelumnya aku tidak pernah menghina siapa pun, amarah yang ku pendam seolah meluap seperti lahar panas yang akan menghancurkan siapa pun yang ada di sekelilingku. Dengan amarah yang masih membuncah aku meraih lengan Seren dan menyeretnya menuju ruang rapat, ruang rapat yang kutinggalkan sejak lima menit terakhir.
"Tutup mulutmu! Aku bilang tutup mulutmu!" Ucapku dengan suara bergetar. Aku menatap wajah cantik Seren dengan tatapan…
Fazila Titipan Dari Surga
Menginap (Fazila)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
Ana Hardi
seren ke laut aja lo
2022-01-04
0
Agus Sulistina
Kok ga ada kelanjutanya....apa mmg ceritanya menggantung begini 🙏
2021-08-29
0
lisnaJambi
semangat autor,, aku selalu menunggu kelanjutan ny
2021-08-25
0