Matahari baru saja menampakkan sinarnya, cahayanya membelai lembut wajah lelahku.
Lelah?
Aku memang sedikit lelah! Semalam, kondisi Nyai Latifa memburuk, beliau mengalami kejang-kejang. Otomatis aku dan Kiai Hasan tidak bisa tidur karenanya. Syukur lah beliau tidak mengalami hal buruk, beliau baru bisa tidur menjelang subuh.
Setengah jam berlalu sejak aku selesai membersihkan tubuh Nyai Latifa dengan mengoleskan air pada anggota tubuh beliau, Iklima tiba dengan membawa sarapan dan buah-buahan. Wajah cantiknya selalu memamerkan senyuman menawan, begitulah seharusnya seorang Muslim berprilaku. Bersikap baik pada semua orang dan tidak bermuka masam.
"Nona Fatimah, apa anda membutuhkan sesuatu?" Pertanyaan Iklima membuat kekhawatiranku pada Fazila buyar seketika.
"Ahhh iya... Maksudku tidakkkk!" Ucap ku gugup. Mobil yang Iklima kendarai melesat dengan cepat membelah jalanan legang.
"Apa nona Fatimah sedang memikirkan sesuatu? Nona Fatimah terlihat khawatir." Iklima kembali mengurai tanyanya.
"Saya sedang memikirkan putri saya. Saya berharap dia baik-baik saja." Jawabku pelan sembari menatap wajah cantik Iklima yang saat ini duduk di kursi kemudi.
"Nona kecil anak yang ceria. Nona Fatimah tidak perlu khawatir. Walaupun dia tersesat, dia pasti akan kembali pada anda." Balas Iklima, kali ini ia tersenyum untuk menyakinkanku.
Aku pun merasakan hal yang sama, putri kecilku adalah anak yang luar biasa. Entah kenapa jiwa keibuanku selalu saja mengkhawatirkannya, seolah hal buruk menanti kami berdua. Jika sudah seperti ini, rasanya aku ingin segera kembali ke Malang saja.
Dua jam kemudian aku dan Iklima sampai di Stasiun Tv dengan selamat. Iklima di sambut oleh beberapa staf wanita, sementara aku di tuntun oleh seorang staf wanita menuju ruang rias karena hari ini hari pertama siaran Hafizd Qur'an.
"Putri saliha Ummi sedang apa?" Aku menyapa Fazila sambil berjalan menuju kearahnya. Wajahnya terlihat tegang, aku bisa memahami keadaannya, ini pertama kali bagi putri manisku tampi…
Fazila Titipan Dari Surga
Kejutan Besar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments
re
Next
2022-10-14
0
hartatik hartatik
kasian jg sama RS bersalah nya ke fatimah sangat besar
2022-06-11
0
Ana Hardi
😭😭😭😭😭😭😭 Bombay
2022-01-04
0