Apa yang Sri lihat membuat dia membeku sejenak, di hadapanya terbujur kaku sosok tinggi besar yang bernama Embara bersimbah darah.
Setelah tersadar, tanpa rasa takut Sri langsung mengangkat tangan yang mengeluarkan darah dari luka bekas sayatan memanjang.
Dia robek baju nya dan membungkus sayatan itu dengan kuat, selang beberapa saat darahpun berhenti mengalir.
Sri bisa melihat dengan jelas bukan hanya satu sayatan di tangan itu, tapi ada beberapa dan terlihat sudah agak lama, hanya muncul garis putih tapi timbul.
Dengan susah payah Sri mengangkat tubuh Embara ke kasurnya. kemudian dia membersihkan darah yang ada di lantai dengan tergesa karna belum mengabarkan kejadian itu kepada Cik Nur.
kring! kring!
Sri mencoba menelpon Cik Nur.
"Cik, tolong segera pulang, tuan Embara mencoba bunuh diri dengan mengiris tanganya."
"Ape awak cakap Sri! cam mane sekarang? sekejap je saye sampai deka rumah, tolong awak jaga baik-baik Embara ye,"
"Saya sudah hentikan pendarahan ya Cik, mau telpon RS saya gak tau nomornya."
"Tak payah, awak cukup jage die je, lainya biar saye yang handle."
tut.. tut.. tut
Tanpa menunggu jawaban Sri telpon itu terputus.
Bremm
Tenyata Cik Nur udah sampai di depan rumah, Sri langsung lari menyambut kedatangan tuanya itu.
"Awak tak pe Sri?"
Setelah melihat kedatanganku Cik Nur menelisik tubuhnya dengan seksama.
"Gak apa-apa Cik, saya takut saja Tuan Embara kenapa-napa".
"Tak payah risau, kejadian macam ni dah sering kali terjadi, Embara seakan enggan menjalani hidup die dengan keadaan macam tu."
Percakapan kami terhenti ketika dokter yang biasa menangani Embara datang, dan alhamdulillahnya meskipun mengeluarkan banyak darah tapi kondisinya baik-baik saja.
Malahan dokter itu memberikan acungan jempol atas pertolongan pertama yang Sri berikan.
*******
Sri termenung di kamarnya rasa rindu sama Rizki kembali merengkuh kalbunya, dengan perasaan terpaksa dia menelpon suami yang membuat dirinya terpisah dengan buah hati semata wayang yang sangat di sayanginya.
"…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR09
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments