"Dimana kamu Nak?! ini Daddy, maafkan Daddy selama ini tidak bisa mengenalimu!"
Tanpa memperdulikan debu dan puing, Wicaksono menerobos masuk ke bagian dalam sambil terus mencari sosok Bang Sayid yang sejak kejadian pembakaran gedung itu tidak ditemukan satu korban pun. Karena logikanya kalaupun ada yang terbakar pasti sudah menjadi abu.
"Tuan! jangan ke sana, bahaya!"
Teriakan Mulyadi yang baru saja sampai di lokasi itu, tidak Wicaksono hiraukan.
Setelah mengetahui hasil tes DNA, Wicaksono menghubungi Mulyadi untuk menyusulnya ke gudang penyimpanan yang telah mereka bakar, tanpa memberi tau kalau Sayid anak kandungnya yang selama ini dia cari.
"Tuan, awas!'
Mulyadi mengorbankan tubuhnya ketika ada sebuah balok kayu yang akan menimpa Wicaksono, sementara orang yang dia lindunginya terus saja berjalan dan berteriak memanggil nama Sayid.
"Tuan, sadar! Sayid pasti sudah jadi abu, kenapa anda masih mencarinya."
Langkah Wicaksono terhenti.
"Jangan sembarangan, mana mungkin Sayid jadi abu! dia pasti masih hidup!"
"Tidak ada satupun yang polisi temukan di tempat ini Tuan, jadi sudah dipastikan Sayid telah habis terbakar."
"Stop!"
Wicaksono memegangi kedua telinganya.
"Jangan sekali-kali kamu bilang Sayid jadi abu, sebelum kamu bisa membuktikan."
Tanganya mencengkram baju Mulyadi dan mengangkatnya.
"Tapi itu kan yang Anda inginkan Tuan? Bukanya selama ini anda yang mengharapkan kematian Sayid?"
Perlahan cengkraman Wicaksono melemah dan akhirnya terlepas, tatapannya kosong, Kata-kata Mulyadi seolah memberi tamparan keras terhadapnya.
"Benar katamu, kalau anakku mati karena ulahku sendiri, aku yang telah membunuhnya."
"Apa maksud Tuan?"
"Sayid anakku, dia putra pertamaku yang hilang dua puluh lima tahun yang lalu, aku mencarinya ke mana-mana, bahkan tujuanku menjadi orang nomor satu di negri ini pun semata-mata hanya untuk menemukannya. Tapi kenapa setelah dia ada di dekatku justru aku tidak mengenalinya, bahkan aku sangat membenci dan selalu menginginkan kematian nya. Maafka…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Bm Ovicial
hoalah lma nya
2023-01-26
0