Aku mengejar dokter yang lebih dulu berlari ke arah kamar Rizki. Meskipun bersikap seolah tidak menginginkan bayi itu, tapi karna sering melihatnya terbaring sendirian di incubator membuatku sedikit menyayanginya.
Setelah menunggu sekitar lima belas menit, dokter yan terlihat masih muda itu keluar menghampiriku.
"Mohon maaf Pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Allah berkehendak lain."
"Maksud dokter?"
"Putra bapak sudah meninggal."
"Jangan becanda dok, gak lucu."
"Betul pak, putra bapak sudah pergi untuk selamanya."
Aku begitu perpukul, bukan mendengar kematian Rizki tapi aku takut Sri mengetahui kabar ini, bisa bisa dia minta pulang dan tidak mau kerja lagi.
Setelah mengurus segala kepulangan jenazah Rizki, aku segera pulang ke rumah kedua orang tuaku dan meminta mereka menguburkannya di sana.
Sengaja aku lakukan itu, berharap seluruh tetangga di tempat tinggal kami tidak ada yang tau
"Sayid, kamu sudah mengabarkan hal ini sama Sri?"
"Sudah Bah."
Aku menjawab pertanyaan Abah tanpa berani menatap matanya.
"Apa dia mau pulang?"
"Enggak, kan baru seminggu dia di sana kalau pulang harus bayar denda yang lumayan banyak."
"Ama yakin, Sri pasti sangat terpukul mendengar berita ini."
Ama menimpali.
"Hemm."
Yapz, kedua orang tuaku begitu alim dan taat beribadah. Mereka juga sangat menyayangi anak satu satunya yaitu aku. Saking sayangnya, bahkan segala keinginanku selalu mereka penuhi meskipun sulit.
Aku pun tidak mengerti kenapa memiliki sifat jahat seperti ini, yang pasti sejahat jahatnya aku tidak pernah berani menyakiti hati keduanya.
"Sebelum pergi, jemput Hesti sama Arya dulu. Dari kemaren mereka selalu nanyain kamu terus."
"Iya ama, Sayid juga kangen."
Padahal tidak sedikitpun aku merasakan hal itu.
Jujur saja, bagiku uang lebih berharga ketimbang mereka.
*******
"Hallo, bukanya kamu kangen anak anak? ini mereka lagi aku ajak makan di Fc."
Sengaja aku bawa Arya sam Hesti makan di tempat pavorit mereka, dan sebelumnya sudah berpesan agar meminta uang jajan…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments