Dengan tangan gemetar dia menarik foto yang ada di bagian depan dompet, matanya mulai mengembun, dada bergemuruh, melihat foto anak kecil berpipi tembem, berkulit putih dengan mata sipit tersenyum menggemaskan memegang sebuah bola, dalam gendongan seorang laki-laki berbadan tinggi kurus berwajah teduh, di sampingnya seorang perempuan memakai hijab kuning tersenyum dengan lesung pipit di pipi kananya dengan sorot mata hangat penuh cinta menatap anak lelaki itu.
"Alif,"
Wicaksono memanggil nama anak itu sambil mengelus pipi tembemnya.
"Aku yakin anak ini Alif, kenapa bisa ada foto Alif di dompetnya si Sayid? apa jangan-jangan ini anaknya dia yang katanya terbakar itu? tapi aku yakin, ini Alif anakku yang hilang saat umur segini!"
Wicaksono membalik foto itu dan ada tulisan di belakangnya.
Abah, Umi, Sayid
"Apa? ini foto Sayid saat kecil? kenapa bisa mirip dengan Alif? bukan mirip tapi ini memang Alif!"
Masih tidak percaya dengan penglihatannya, Wicaksono ambil foto Alif anaknya yang telah hilang sejak bayi.
Dan benar saja, foto Sayid saat kecil dengan foto Alif bagai pinang tak berbelah, keduanya sangat mirip, seolah mereka kembar.
"Apa mungkin Sayid anakku? seandainya iya? apa yang telah aku perbuat kepada anak lelakiku yang selama ini susah payah aku cari malah mati di tanganku?
"Tidak! mana mungkin Sayid anakku! pasti mereka hanya mirip saja."
Meskipun mencoba menyangkal, tetapi Wicaksono terlihat resah dan pergi ke kamar Sayid, dia cari-cari sisir rambut berharap menemukan sehelai pun, lanjut berlari ke toilet, dan untung saja sikat gigi yang biasa bang Sayid pakai ada di situ.
"Mul! Mulyadi, sini kamu."
"Iya Tuan, "
"Antar ini ke rumah sakit, bilang kalau mau tes DNA."
Menyerahkan dua sikat gigi kepada Mulyadi. Seperti biasanya, Mulyadi langsung pergi menjalankan tugasnya.
Wicaksono masih resah, dia berjalan modar mandor di ruang keluarga. Meskipun dirinya membutuhkan bukti autentik atas segala kecurigaannya, tetapi hati kecilnya tidak dapat memungkiri kalau foto…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR106
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments