Awalnya Wicaksono tidak ingin melihat Bang Sayid mati dengan mudah, dia ingin menantunya itu berumur panjang tetapi dalam kesengsaraan.
Namun rasa kecewa dan dendam yang membuncah, membuat Wicaksono tidak ingin melihat muka Bang Sayid lagi dan memutuskan menghabisinya saat itu juga.
Sekeliling gedung yang awalnya di gunakan sebagai tempat penyimpanan barang, telah di siram bensin oleh kelima anak buah kepercayaan Wicaksono. Dan tanpa menunggu intruksi dari tuanya, Mulyadi melemparkan korek api, dan dengan sekejap api menjalar membakar gedung itu.
Wicaksono tersenyum puas saat melihat kobaran api menjalar dengan cepatnya, karena hembusan angin di siang itu sangat kencang, sehingga api bisa dengan mudah melahap apa saja yang dilewatinya.
"Kenapa aku tidak mendengar jeritan si Sayid?! apa kamu sudah pastikan dia terikat di dalam?"
Seakan kurang puas karena tidak terdengar jerit kesakitan dari Bang Sayid.
"Sepertinya dia belum sadar dari pingsannya, karena sebelumnya kami telah menghajarnya sampai pingsan."
"Bagus, aku suka kerja kalian."
Tersenyum puas.
Sementara Mulyadi hanya diam dan mengernyitkan dahinya karena merasa aneh, meskipun sebelumnya tidak sadarkan diri, pasti kalau kena panas dari api, siapapun akan terbangun, kecuali dia mati.
Setelah menunggu cukup lama, dan api semakin membesar, akhirnya Wicaksono meninggalkan tempat itu.
"Kenapa dari tadi aku perhatikan kamu kaya orang binggung."
"Em, gak apa-apa tuan, hanya saja kurang enak badan."
Mulyadi berusaha menutupi keresahan nya, dia tidak ingin merusak kebahagiaan dari tuanya itu.
"Nayla sayang, semua penderitaanmu telah Daddy balaskan, hanya ini saja yang bisa Daddy lakukan untuk kamu, semoga kamu tenang di sana dan bisa bertemu ibumu."
Wicaksono memandangi foto Nayla di dompetnya, dengan mata berkaca-kaca.
************
Di sebuah lobi hotel mewah, Sri tersenyum bahagia melihat kebakaran yang terjadi di gudang perusahaan milik Wicaksono, dia yakin kalau itu ulah Wicaksono sendiri.
"Kring!"
"Ya hallo Widya,…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR105
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments