Setelah aku terlihat agak tenang Wan Abrada pamit katanya mau membeli sesuatu, hanya anggukan yang mampu aku lakukan. Seluruh badan terasa lemas dan tidak ada tenaga, aku kembali menangis mengingat Bang Sayid dan anak-anak.
Meskipun Wan Abrada menyemangatiku dan berjanji akan memberikan pengobatan terbaik untuk kesembuhanku tapi tetap saja itu tidak bisa menghilangkan rasa sakit dan keputusasaan di hati ini. Karena kata dokter kemungkinan sembuh ada tapi sangat kecil, bahkan aku divonis hanya memiliki waktu tiga bulan saja.
Aku ingin pulang dan bertemu Bang Sayid juga anak-anak, tapi kalau sampai mereka tau aku sakit dan hanya memiliki waktu singkat di dunia ini pasti akan membuat mereka bersedih dan aku tidak menginginkan hal itu.
Tapi kalau tetap di sini, pasti disaat-saat terakhirku tidak bisa bermanja dan memandang wajah orang yang sangat aku sayangi, memikirkan itu air mata semakin deras tak tertahan lagi.
"Kenapa ini semua harus menimpaku? apa ini hukuman atas kejahatanku yang telah membunuh tiga bahkan mungkin lebih buah hatiku sendiri? atau karena aku menghianati suami dan memberi makan anak-anak dengan uang haram?."
Sungguh rasanya ingin mengulang waktu, aku tidak akan melakukan semua itu dan hanya fokus bekerja sampai waktu kontrak habis. Tapi terlambat, kontrak di dunia justru lebih cepat ketimbang kontrak kerja di Arab.
Aku ingin berkeluh kesah dan berbagi kesedihan dengan Bang Sayid, dan menceritakan penyakit yang sebentar lagi merenggut nyawaku. Dengan susah payah aku gapai gawai pemberian Wan Abrada tiga bulan lalu. Tiga kali aku mencoba melakukan video call dengan Bang Sayid tapi tidak ada respon, dan ketika kucoba ke empat kalinya tiba-tiba ada panggilan masuk dari Bang Sayid, dengan tergesa aku menerima panggilan itu.
"Hallo Abang, kenapa malah telpon Kartika? Aku kangen mau lihat muka Abang."
"Nanti saja kalau sudah sampai rumah, Abang masih sibuk."
Tut!
Tut!
Belum sempat aku cerita kesedihanku panggilan sudah terputus. Ya, seperti itulah Bang Say…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR25
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments