Cungkring pergi meninggalkan Boni di kantin, dia pergi ke ruang ICU yang jaraknya tidak terlalu jauh, hanya melewati satu lorong panjang ruang serbaguna dan gudang tempat perlengkapan rumah sakit, meskipun hanya berjarak sekitar tiga ratus meter tetapi lorong itu terasa sangat panjang bagi Cungkring. Penerangan yang temaram membuat susana tengah malam itu terasa mencekam, jangankan ada orang lewat, suara hewan pun tidak terdengar, hanya deru nafas dan langkah kaki Cungkring yang terdengar setengah berlari.
Meskipun dirinya seorang preman, tetapi nyalinya ciut kalau masalah horor, lain sama Boni, tidak ada yang dia takutkan kecuali istrinya.
Setelah sampai di depan ruang ICU yang peneranganya lebih bagus ketimbang lorong yang dia lewati tadi, Cungkring langsung duduk di kursi depan, mengatur nafasnya. Setelah agak tenang, dia berjalan ke arah pintu yang seluruhnya terbuat dari kaca, jadi dia bisa lihat dengan jelas pasien yang ada di dalam ruangan ICU.
"Gimana sih Kring, maen tingal-tingal aja!"
Sebuah tepukan dari arah belakang dan suara berat Boni membuat Cungkring terperanjat, hampir saja dirinya terjatuh karena kaget.
"Sialan kamu Bon, bikin orang jantungan aja! gimana kalau jantungku copot? ko bisa udah ada di sini tanpa ada suara langkah kaki?"
Cungkring sedikit membentak, dan pandangannya beralih ke kaki Boni, dia khawatir kalau-kalau orang yang ada di hadapannya melayang.
"Udah aku beliin sesuai pesananmu tadi, ko malah minta jantung juga? dasar rakus."
"Halah bodo amat, sakarepmu! ngomong sama kamu bikin darah tinggi saja."
Cungkring kembali melihat ke arah dalam, dan dia melihat satu orang pasien masih tidur dengan seluruh badan tertutup selimut.
"Enak saja kamu bilang aku bodoh! kamu yang udah bikin aku darah tinggi, selalu ngatain yang jelek-jelek, gak tau terimaksih, mana suka ninggalin gak jelas, diajak ngomong gak nyambung, rakus, kalau bukan temenku udah aku jadiin rempeyek!"
Boni pergi meninggalkan Cungkring dengan kesalnya.
"Dasar budeg, siapa ju…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR83
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments