Tuan Embara!
dokter!
Tangan Sri bergerak!
Teriakan Bu Titi memecah keheningan, Embara dan dokter pribadinya yang tengah asik berbincang di ruang depan kamar Sri langsung berlari.
"Sejak bile awak tengok pergerakan cik Sri?"
"Baru saja dokter, tadi Sri juga cakap sesuatu seperti memanggil nama "Ambu", "Abah", "Rizki" macam tu."
"Detak jantung dah normal, saye rase sekejap je akan sadar diri."
"Kondisi die cam mane dokter?"
"Dah ok dah."
"Sri, Alhamdulillah kamu sudah siuman!"
Bu Titi memegang erat pergelangan tangan Sri yang terbalut perban, hingga membuat Sri merintih kesakitan.
"Maaf Sri, ibu tidak sengaja." Melepas peganganya.
Sri masih belum sadar sepenuhnya, matanya mengerjap.
"Minum ya Sri, kamu gak sadarkan diri udah tiga hari,"
Terpancar kesedihan di mata Bu Titi melihat kondisi Sri yang pucat pasi karena berusaha mengakhiri hidupnya dengan menyayat pergelangan tangan, untung waktu itu Bu Titi cepat menemukannya, kalau saja telat lima menit pasti nyawa Sri tidak tergolong lagi itu penjelasan dokter pribadi Abrada.
Sementara Sri yang sudah tersadar sepenuhnya langsung menangis tersedu ketika melihat sekeliling tidak ada Ambu, Abah dan Rizkinya.
Tuan Embara yang terdiam sejak tadi seolah tidak tega melihat Sri yang menangis pilu, dia kemudian mengajak dokter pribadinya pergi dari kamar Sri.
Sementara Bu Titi hanya memeluk dan mengelus punggung Sri, dia biarkan Sri menangis sepuasnya.
Setelah kurang lebih setengah jam, tangisan Sri terdiam.
"Makan ya Sri,"
Suara Bu Titi begitu pelan, bahkan setengah berbisik. Hanya gelengan kepala yang Sri berikan.
"Kamu kenapa Nduk? coba cerita, seenggaknya meskipun ibu tidak bisa bantu, tapi bisa mengurangi beban yang kamu rasakan."
Sri kembali menangis.
"Maafkan ibu, ya sudah kalau belum mau cerita enggak apa-apa, tapi makan ya,"
Bu Titi bertekad untuk tidak meninggalkan Sri sendirian lagi.
"Semua orang di rumah ini sayang sama kamu, jadi jangan merasa sendiri, masih banyak orang-orang yang beban hidupnya lebih berat dari kit…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR27
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments