"Aku sudah tidak bisa tinggal diam, secepatnya kamu bereskan Sayid! dia sudah berani mempermainkan Wicaksono, semua uang Nayla telah dia kuras habis dari tabungannya, belum lagi surat-surat penting dia ambil dari perusahaan! Sial kenapa Nayla bisa jatuh cinta kepada orang Seperti Sayid."
Wajah Wicaksono memerah, barang yang ada di dekatnya dia lempar. Semua orang pasti akan ketakutan disaat tuanya sedang marah besar seperti sekarang ini, hanya Mulyadi yang selalu setia berada di samping Wicaksono.
"Baik Tuan, akan saya laksanakan."
Seperti biasa Mulyadi hanya menunduk dan menyanggupi semua perintah Wicaksono.
"Ingat! jangan sampai dia mati, hancurkan dulu wajahnya, biar tidak ada korban lagi!"
Seperti biasa Mulyadi hanya mengangguk.
"Sebelum pergi, antar saya ke rumah sakit polri, hari ini mayat Nayla akan di kebumikan. Aku tidak ingin mayat Nayla di autopsi, kalau sampai itu terjadi pasti Sayid hanya akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan, aku tidak akan biarkan itu terjadi, Sayid harus mati seperti Nayla!"
"Iya Tuan."
Keduanya pergi beriringan menuju mobil yang terparkir di depan perusahaan milik Wicaksono.
***********
Acara pemakaman Nayla sudah selesai di laksanakan, terlihat banyak kolega dari Wicaksono hadir dalam pemakaman itu, tapi tidak ada satupun yang terlihat bersedih atas kepergian Nayla, hanya Wicaksono seorang yang terlihat sangat terpukul atas nasib tragis yang menimpa putri semata wayangnya itu.
Setelah semua pelayat pulang ke rumahnya masing-masing, suasana rumah besar itu kembali sunyi senyap. Baru saja Wicaksono berniat memasuki kamarnya, tiba-tiba Mulyadi menghampirinya dengan nafas masih memburu.
"Tuan, Sayid sudah ketemu, dan sudah kami bereskan."
"Yakin kamu gak salah orang?"
"Yakin tuan."
"Dimana dia sekarang?"
"Kami bawa ke gudang kosong bekas penyimpanan bahan baku."
"Bagus, akan aku bereskan Sayid hari ini juga!"
**********
"Sialan, kenapa aku bisa tertangkap Wicaksono! aku harus secepatnya pergi dari tempat ini sebelu…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR104
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments