"Astagfirulloh"
Setengah berteriak Sri mengucapkan kata istigfar sambil mengusap wajahnya. Dia masih memimpikan hal yang sama dengan malam sebelumnya.
"Kenapa mimpi tadi malam terulang lagi? Siapa sebenarnya anak itu?
Ketika melihat jam, Sri kaget bukan kepalng karna di jam yang sama dengan semalam dia terbangun dengan mimpi yang sama juga.
Apakah ini sebuah petanda? terus kalau ia, maksudnya apa?
Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk diminda Sri, sekilas terlintas pikiran buruk menimpa anaknya. Tapi segera ditepis, karna yang dia lihat di mimpi anak itu berusia sekitar dua tahunan, sementara anaknya masih bayi.
[Bang, bagaimana keadaan Rizki?]
[Baik, kamu tenang saja dia lebih baik tanpa kehadiranmu. Yang dia butuhkan cuman perawatan jadi kamu jangan nanyain Rizki terus, selama kiriman duitmu lancar maka Rizki akan semakin membaik.]
Setelah membaca isi pesan, Sri merasa sedikit lega, tapi tetap tidak membuat pikiranya hilang dari mimpi yang sama terulang bahkan sampai tujuh hari dan di jam yang sama juga seperti sebelumnya.
"Mukamu kusam lagi Nduk? katanya anakmu makin sehat, tapi ko kusut terus gak ada semangatnya."
"Ada yang menggangu pikiran saya Bu."
"Apa? siapa tau Ibu bisa bantu."
"Setiap malam selama tujuh hari saya mimpi yang sama di jam yang sama juga Bu."
Kemudian Sri menceritakan mimpinya itu, Bu Tuti mendengarkan dengan seksama.
"Sepertinya itu sebuah pertanda, sudah kamu hubungi Ibumu?"
Sri tertunduk menahan air mata yang mulai berlomba ingin keluar.
"Saya anak durhaka Bu, sejak memutuskan menikah dengan Bang Sayid, saya pergi dari rumah dan tidak pernah sekalipun pulang karna Bang Sayid melarang."
"Di telepon?"
"Kemaren malam saya sudah mencoba menghubungi beliau, tapi nomornya sudah tidak aktif Bu."
Sri terisak tidak bisa lagi menahan kesedihanya.
"Apa tidak kamu coba hubungi saudara atau kerabatmu?" tangannya membelai rambut Sri.
"Saya anak tunggal Bu, kebetulan ayahku juga anak satu satunya yang masih hidup, ibuku juga sama. Ada saudara jauh, ta…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR18
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Saras Wati
untung telpon mertua jadi tau kalo anaknya sudah meninggal
2022-08-15
1