"Tolong lepaskan anak saya Pak,"
Abah berusaha membantu anaknya yang ada dalam cengkeraman Wan Abrada. Sebetulnya Bang Sayid bisa dengan mudah melepaskan diri dari cekikan Wan Abrada, tetapi dia sengaja menjadi orang lemah dan yang tersakiti untuk menarik empati dari semua orang yang datang melihat keributan itu.
"Ahh tolong, sakit,"
Bang Sayid ekting kesakitan, dan berhasil, semua orang terlihat iba dan berusaha melerai mereka. Tubuh Wan Abrada dipegang beberapa orang begitupun Bang Sayid, dan akhirnya cengkraman di leher Bang Sayid terlepas.
Wan Abrada yang terus meracaw dengan bahasanya segera diamankan security, begitupun Bang Sayid sama-sama dibawa ke post satpam untuk dimintai keterangan, karena keributan itu telah membuat gaduh Rumah Sakit.
Semua orang fokus kepada dua aktor yang menjadi tokoh utama dalam keributan itu, dan mereka tidak menyadari ada sosok berparas pucat pasi dengan tatapan nyalang seperti menyimpan dendam yang teramat sangat menatap kepergian mereka dari lorong samping kamar mayat.
Sampai di pos security keduanya di mintai keterangan, karena terkendala bahasa Wan Abrada tidak bisa membela dirinya dengan maksimal, hanya sedikit memahami apa yang Wan Abrada ucapkan, sisanya mereka kebingungan.
Jelas saja yang diuntungkan dari situasi ini Bang Sayid, dia dengan liarnya mengarang cerita kalau Wan Abrada berniat menguasai semua harta benda Kartika dan berusaha menghajar dirinya karena tidak ingin mengembalikan semua barang Kartika.
(Padahal kalau Bang Sayid tau Kartika cuman bawa baju, emas sama uang yang gak seberapa pasti nagis gejer hee, sementara Wan Abrada yang dituduh pencuri justru dialah sultan yang selama ini ngasih duit buat Kartika yang ujung-ujungnya buat Bang Sayid).
Di tambah kesaksian Abah yang mengatakan kalau Wan Abrada menyerang anaknya dukuan, maka kemenangan sudah jelas ada dipihak Bang Sayid.
Akhirnya setelah perdebatan yang cukup panjang, semua barang milik Kartika berupa travel bag dua biji, tas kecil dan hand phone diserah…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments