Dada sesak, nafas pun terasa berat. Pandangan kabur dan Sri langsung roboh tidak sadrkan diri.
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga Sri. Hampir dua jam kamu tidak sadarkan diri."
"Untung tadi Tuan Embara sudah memanggil dokter pribadinya, katanya kamu kecapekan sama banyak fikiran."
"Apa yang kamu rasakan Nduk? minum ya,"
Aku hanya bisa menggelengkan kepala, rasanya sesak di dada ini masih menghimpitku, dan tangisku pecah.
Pernyataan ibu mertuaku membuat aku tak ingin lagi menjalani hidup, beliau memberi tahuku kalau Rizki sudah meninggal seminggu yang lalu. Kenapa Bang Sayid bisa setega itu membohongiku. Baru saja kemaren dia bilang kalau Rizki anak kesayanganku baik baik saja, padahal kenyataanya dia telah pergi untuk selamanya.
"Aku ingin menyusul anakku saja, tidak ada lagi alasanku untuk hidup."
"Kenapa Nduk? biar lega cerita sama ibu, siapa tau bisa bantu."
Bu titi membelai rambut Sri, bukanya diam tangisan nya malah semakin menjadi jadi."
Sri memeluk Bi titi dengan erat, dan tanpa mereka sadari sososk pria tinggi mendengarkan mereka dari balik pintu kamar Sri, pria itu hanya tertegun tanpa berani masuk.
"Sudah Nduk, mending kamu minum dulu habis itu sarapan. Kalau sudah tenang nanti bisa cerita sama Ibu semuanya ya."
Sri melepaskan pelukannya, dia tidak ingin minum apa lagi makan. Yang dia rasakan hanya kesedihan dan keperitan yang mendalam.
"Saya mau sendiri dulu ya Bu."
"Iya Sri, tapi jangn lupa kamu makan itu ya."
Menunjuk meja rias yang sudah ada segelas susu dan sepiring nasi lengkap dengan lauknya.
"Iya Bu."
Menjawab dengan lirih.
Sejujurnya Bu Titi tidak tega meninggalkan Sri sendirian, tapi karna permintaan Sri sendiri dia pun terpaksa keluar kamar.
"Eh Tuan Embara."
Bu Titi terperanjat ketika dia membuka pintu kamar Sri ternyata ada tuanya berdiri tegap menghadap pintu.
"Macam mana kabar dia Bu?"
"Masih menangis Tuan, Sri minta sendiri dulu."
"Kalau macam tu, biar dia sendiri."
Embara berlalu meninggalkan Bu Titi yang masih kaget dengan kehadiran…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments