Setelah turun tangga, lanjut belok kanan, dan benar saja dari situ terlihat lorong rumah sakit begitu panjang dan sepi, Sri melangkahkan kakinya dengan tergesa, suara dari sepatu high heels yang dia kenakan memecah kesunyian, selama berjalan menuju kamar mayat tidak ada seorangpun yang dia temui, mungkin karena sudah mendekati tengah malam semua orang pasti telah terlelap dalam mimpinya, ditambah udara dingin bekas hujan tadi sore membuat siapa pun pasti lebih memilih merebahkan badanya.
Di ujung lorong betul saja ada ruangan radiologi, Sri lanjut ambil arah ke kiri, baru saja mendekati bangunan kedua setelah belokan, Samar-samar Sri mendengar suara tangisan yang begitu pilu dan menyayat hati. Langkah Sri terhenti sejenak, dia mencari dari mana arah suara itu, tapi tiba-tiba tangisan itu terhenti.
Di dekat Sri berdiri tidak ada satupun kamar pasien, ada dua bangunan saja dengan tulisan gudang logistik tertulis dipintu masuk.
Sri kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mayat yang berada tepat di ujung sebelah kiri setelah gedung logistik.
Sri mencoba membuka pintu, tapi sayang terkunci. Tiba-tiba kembali terdengar suara tangisan dari sorang perempuan yang sebelumnya dia dengar, masih dengan suara pilu yang menyayat hati, setelah mencoba memastikan dari mana arah suara itu, akhirnya Sri menyadari kalau suara itu berasal dari dalam mushola yang tepat berada di seberang kamar mayat agak turun ke bawah.
Karena rasa penasatan, akhirnya Sri memutuskan mendatangi mushola. Disana dia melihat seorang gadis mengenakan dress berwarna merah dengan rambut hitam bergelombang terurai, dia duduk memeluk kedua lututnya, sambil menangis.
Perlahan Sri mendekati perempuan itu, tidak ada rasa takut dibenaknya karena dirinya sudah terbiasa dengan hal aneh yang sering ditemuinya sejak dulu bertemu almarhum Embara sebelum dirinya pulang ke kampung halanganya, dan kerap di datangi Abah sama Ambu sejak tinggal di rumahnya, meskipun kadang seperti sebuah mimpi.
"Maaf, ada yang bisa saya bant…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR61
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments