"O iya, tadi ketemu Sayid sama Abah enggak?"
Ambu mengulang pertanyaan yang belum mendapatkan jawaban dari Kartika
"Enggak Bu,"
Duduk di ruang depan.
"Walah, kemana itu orang berdua. Mereka pasti kaget kalau tau istrinya sudah sampai rumah. Ambu tinggal bentar ya, mau bikin teh anget dulu."
Lagi-lagi Kartika menjawab dengan senyuman.
Ambu setengah berlari ke arah dapur, dan membuat teh anget serta pisang goreng dengan bahan yang kebetulan sudah tersedia di kulkas.
"Nduk! Nduk!"
"Kemana Kartika?"
Ambu memanggil menantunya yang tidak ada di ruang depan. Setelah meletakan teh dan pisang goreng di meja, segera dicarinya ke setiap ruangan, tapi tidak ada.
Ambu teringat pasti Kartika menemui kedua buah hari yang telah lama dia tinggalkan, setengah berlari menuju kamar cucunya yang berada di bangunan samping kanan agak terpisah dari ruang depan. Ambu terpaku menatap Kartika yang memeluk dan menciumi Arya juga Hesti. Meskipun tangis Kartika terdengar keras dan pilu, tapi tidak membuat kedua anak itu terbangun, justru mereka terlelap dalam dekapan Kartika.
"Anak-anakku, tumbuhlah jadi orang yang soleh dan sholehah, sehatlah selamanya dan jangan kalian saling menyakiti. Teruslah saling menyayangi dimanapun dan kapanpun, Hesti sayangi adikmu dan Arya jagalah kaka selalu. Ibu sayang kalian berdua huhuhu."
Kartika menangis sampai senggukan, Ambu yang melihat itu hanya terdiam di depan pintu, dirinya yang sama-sama seorang ibu tau betul apa yang Kartika rasakan.
"Maafkan Ibu yang tidak bisa menjaga dan merawat kalian dengan baik, Ibu juga tidak bisa menemani kalian bermain lagi, selalu patuh dan nurut apa kata Nenek dan Kakek, karena mereka orang tua kalian sekarang hikz."
Tangis Kartika semakin pilu.
"Ingat, kalian jangan seperti Bapakmu, dia itu orang jahat yang selalu menyakiti hati Ibu! Arya kamu harus jadi lelaki sejati yang setia dan selalu menyayangi pasanganmu tulus!"
Suara Kartika melengking dengan nada penuh kebencian.
"Ibu ingin bersama dan menemani kalian lebih lama…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments