Setelah sampai di lantai atas, keduanya langsung memasuki ruangan yang berisi banyak monitor. Satu diantaranya mengambil voice recorder, dan menyalakanya.
"Kita ke lantai dua, kata Bos barang itu harus segera ditemukan, kalau enggak nyawa kita taruhanya."
Seorang bertubuh tinggi besar membuka pembicaraan.
"Ini sudah ke tiga kalinya kita mendatang rumah ini, tapi barang itu tidak pernah kita temukan, jujur saja rumah ini terlalu menakutkan."
"Lebih menakutkan Bos kita, kalau dia berucap selalu jadi kenyataan. Salah kita juga sudah menghabiskan uang yang dia berikan, jadi kita belum bisa lepas dari tugas Bos."
"Aku yakin barang itu memang tidak ada, bos saja yang terlalu parno."
Si kecil kurus menimpali.
Dua orang yang ada diruangan lantai dua saling berpandangan, senyum menyeringai terlihat menghiasi wajah cantik keduanya.
"Bos yakin kalau anak dari istrinya yang dia bunuh memiliki bukti atas kejahatannya, katanya dia sering menerima ancaman dan selalu dikirimi suara saat pertengkaran terakhir kali dengan mendiang istrinya, dia berfikir kalau bukti itu pasti ada di rumah ini, karena saat dia cek ke apartemen anaknya tidak menemukan apa pun."
si tinggi besar menerangkan.
Keduanya mulai menaiki tangga, ke lantai dua.
"Bukanya waktu itu Bos juga berencana membunuh anak tirinya? padahal sayang ya, anaknya cantik."
Si kurus kecil melihat foto keluarga yang ada ditangga.
"Mana mau Bos kita sama bocah ingusan gak berduit, yang dia incar perempuan berduit, tidak perduli gadis atau janda, tua sekalipun bagi dia tidak masalah asalkan kaya raya ha, belum sehari istrinya mati, dia malah mau kawin lagi sama anak pejabat, apa gak luar bisa Bos kita itu, Ha! "
Suara tawa si tinggi besar memecah keheningan malam.
"Hush, pelankan tawamu itu, nanti ada orang dengar berabe kita."
Si kurus mengingatkan.
"Halah mana mungkin ada orang berani datang ke rumah ini meskipun ada teriakan, mereka pasti mikir demit yang ketawa haha!" Tawanya semakin kencang.
Brak!
Suara benda jatuh.
"Apa…
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR65
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments