Zaenal terdiam namun dalam hatinya, dia merasa geram dengan adiknya itu.
****
Keesokan hari, Aisyah bangun dari tidurnya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan kini Aisyah sudah berpenampilan rapi.
Aisyah melangkahkan kakinya keluar, dia hendak berangkat kerja. Namun sampai di depan rumah, Asiyah tidak melihat sepedanya.
"Lho, mana sepedaku? Kok nggak ada?" ujarnya.
Aisyah pun masuk ke dalam, menuju kamar Zaenal. Dia melihat pintu kamar terbuka sedikit. Aisyah pun membukanya. Betapa terkejutnya dia, karena kamar itu kosong.
'Kakak mana, ya? Dia juga nggak ada. Hem ... pasti dia pergi pakai sepedaku. Sudah tahu sepeda buat kerja, malah dipakai. Salah sendiri, punya motor dijual, uangnya nggak tahu buat apa,' batinnya.
Kemudian Asiyah masuk ke dalam kamar ibunya. Dia melihat ibunya terbaring sembari merenung. Aisyah pun menghampiri. "Bu, apa Ibu lihat Kakak?"
"Ibu tidak tahu, Nak, tapi tadi malam kakak kamu sepertinya keluar, dan ibu tidak tahu dia kemana," ujar Bu Sri.
"Ya sudah, Bu." Aisyah berjalan keluar, dia sengaja tidak menceritakan perihal sepeda kepada ibunya, karena khawatir, ibunya akan syok.
Akhirnya Aisyah berjalan sampai jalan raya. "Duh, gimana nih, mana kantinnya jauh lagi. Naik bis nggak keburu, pasti bisnya lama datangnya," keluhnya.
"Ojek, Mbak."
Beberapa saat kemudian, terdengar sebuah motor berhenti di dekat Aisyah.
"Tidak, Mas," kata Aisyah sambil menggeleng.
Kemudian tukang ojek itu pergi.
"Naik ojek pasti mahal, bis juga nggak lewat-lewat," gumam Aisyah lirih sambil terus berjalan.
Satu jam kemudian, Aisyah tiba di kantin tempatnya mengais rejeki. Dia merasakan kakinya sakit karena berjalan cukup jauh.
"Aduh, Syah, kamu kok jam segini baru datang? Jam istirahat sudah selesai, saya sampai kewalahan melayani anak-anak yang pada beli. Kamu kok bisa-bisanya terlambat?" tegur pemilik kantin.
"Maaf, Bu, sepeda saya rusak," bohong Aisyah.
"Memang semalam tidak kamu cek?" tanya Ibu pemilik kantin.
"Saya pikir, sepedanya bisa dipakai…
Dunia Aisyah
Kakak yang Meresahkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments