Kemudian Hassan menghidupkan laptopnya, dia hendak mengetik sesuatu namun dia tidak mendapati mouse yang selalu ditaruh di dekat laptopnya. "Mana, ya? Gimana aku ngetik kalau nggak ada mouse," gumamnya.
Pria itu pun membuka laci untuk mencari mouse tersebut, siapa tahu saja dia lupa bahwa telah menyimpan mouse itu di dalam laci.
Setelah laci terbuka benar saja, dia melihat mouse di dalam laci itu. Namun pada saat Hassan mengambil benda yang dimaksud, netranya mengarah pada dua buku nikah. Hassan merasakan ada yang aneh terhadap buku tersebut, letaknya berbeda seperti waktu dia meletakkan.
Hassan pun mengambil kedua buku nikah tersebut. "Sepertinya ada yang aneh, tapi apa, ya?" lirihnya.
Seketika Hassan teringat Hanum. 'jangan-jangan dia sedang menyelidiki sesuatu di ruanganku,' batinnya. Namun pria itu tak menghiraukan hal itu, dia melanjutkan aktifitasnya.
Tak terasa malam hari pun tiba, Hassan dan Hanum berada di dalam kamar. Mereka merebahkan tubuhnya masing-masing. Samar-samar terdengar dengkuran lirih dari mulut Hanum, yang menandakan bahwa dia telah tertidur pulas.
Sedangkan Hassan tak dapat memejamkan matanya, pikirannya tertuju pada Aisyah.
'Sedang apa Aisyah? Mau telpon, tapi nanti Hanum bangun, terus curiga. Untung saja om Brian langsung pulang. Tapi, dia bilang macam-macam tentang aku sama Aisyah tadi pagi tidak, ya? Sepertinya tidak deh. Kalau iya, pasti Hanum sudah marah besar.' Hassan membatin bermonolog pada dirinya sendiri.
****
**Rumah Aisyah
Malam itu, Aisyah sedang menikmati makan malam di sebuah rumah makan yang cukup mewah, gadis itu sekarang mulai hidup mewah layaknya orang-orang kalangan atas.
Tiba-tiba ponselnya bergetar, ada satu pesan untuk gadis itu. Aisyah membuka layar ponsel dan membaca pesan masuk.
[Halo, Syah, apa kabar?] Begitulah isi pesan tersebut.
'Joe?' batin Aisyah. Entah mengapa, tiba-tiba dia merasa rindu kepada Joe.
"Kabar baik, Joe. Kamu sendiri gimana? Aku sedang makan." Balasan pesan dari Aisyah.
[Sama suami, kan?] Balas J…
Dunia Aisyah
Jumpa Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments