"Syah, dengar ya ... kerjaan saya bukan hanya mengurusi kamu, ataupun istriku. Tapi saya punya pekerjaan yang harus saya kerjakan. Sebenarnya, saya tidak perlu memberitahu kamu tentang ini, tapi asal kamu tahu ya, pekerjaan saya hampir saja terbengkalai, karna akhir-akhir ini saya mulai lengah dalam pengawasan. Dan itu semua demi kamu, iya ... kamu! Jadi, tolong mengertilah," ketus Hassan.
Aisyah terdiam ....
"Kamu jalani dan nikmati saja hidup ini, kamu boleh main ke rumah teman kamu, shopping, atau kemana terserah kamu. Tapi ingat, jangan macam-macam dengan laki-laki lain, apalagi ke diskotik minum-minum tidak jelas! Bukan saya melarang, tapi saya sangat mengkhawatirkan bayi yang sedang kamu kandung," lanjut Hassan.
Aisyah masih diam, hatinya merasa kesal, namun berdebat pun percuma. Hassan selalu saja pandai menyangkal.
Hassan mengesah kasar, dia memaklumi sikap Aisyah saat itu.
"Apa uang kamu masih? Kalau sudah habis, saya akan transfer sekarang juga, belum habis pun tetap akan saya transfer," ujar Hassan.
"Uang yang kamu kasih setiap minggu, tidak akan habis, karna sebelum habis kamu selalu transfer lagi, dan lagi," sahut Aisyah datar.
"Baguslah, kalau perlu habiskan, kamu belilah barang-barang mewah yang kamu suka, atau memanjakan diri. Ke salon atau perawatan, atau apalah yang membuat kamu rileks dan senang," usul Hassan.
"Iya," sahut Aisyah dengan nada malas.
"Ya sudah istirahatlah, ini sudah malam. Atau mau saya makan kamu?" kelakar Hassan mencoba mencairkan suasana.
"Masa bodo!" Hanya itulah kata yang terucap dari bibir Aisyah, kemudian gadis itu masuk ke dalam kamar dan menutup pintu setengah dibanting.
Hassan hanya menggelengkan kepala menghadapi tingkah istri sirinya itu. Dia pun menyusul masuk ke dalam kamar, menghabiskan malam yang masih tersisa.
Pagi hari, Aisyah bangun lebih awal. Dia segera membasuh wajahnya dan menyikat gigi. Kemudian mengambil dompet di dalam kamar. Tak lama, Aisyah mengeluarkan sepeda motornya hendak menuju pasar terdekat, untuk…
Dunia Aisyah
Cibiran Sadis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments