"Terus?" sambung Hassan.
"Ya aku bingung mau jawab apa, kamu kan belum pulang, jadi aku matiin. Besok kalau ketemu Mommy, aku mau bilang kalau kemarin hapeku lowbat," ujar Hanum.
Hassan hanya diam, dia duduk di ruang tengah dan menghidupkan layar televisi. Tak lama, Hanum menghampirinya.
"Pah, bisa tidak mulai besok, usahakan kamu pulang tepat waktu?"
Hassan menoleh ke arah Hanum. "Maksud kamu, apa?"
"Ya, Papah jangan pulang pagi terus, coba seperti tetangga kita itu, pulang tepat waktu setiap sore," tutur Hanum.
Hanum menghembuskan napas kasarnya. "Tidak masalah kalau aku pulang lebih awal. Dan aku akan tolak semua klien yang mengajak bekerja sama dengan perusahaan di tempat kerjaku. Tapi kamu jangan ngeluh dengan resikonya. Kalau sepi klien dan tempat kerjaku di ambang kebangkrutan. Kita akan hidup miskin, karna perusahaan dapat uang dari para klien," tegas Hassan.
Deg!
Hanum mendadak lemas, dia tidak dapat membayangkan jika dirinya harus hidup miskin, karena wanita itu memang sudah terbiasa hidup dalam kemewahan dan juga bergelimangan harta.
"Bagaimana?" lanjut Hassan menatap wajah istrinya itu.
"Em, ya sudah kalau begitu, tapi tolong kalau tidak sibuk kamu pulang cepat," kata Hanum sedikit tegas.
Biasanya aku selalu begitu, bukan?" kata Hassan setengah mencibir.
Hanum hanya meringis membuat Hassan menggelengkan kepala.
"Apakah kamu sudah selesai halangan?" tanya Hassan menatap Hanum yang kebetulan mengenakan daster mini, memperlihatkan kedua pahanya yang mulus itu.
"Sudah dong hanya beberapa hari saja, masa iya halangan lama sekali," ucap Hanum sambil terkekeh.
Hassan tersenyum smirk. "Kalau begitu, layani aku," bisik Hassan.
Hanum tersenyum dalam anggukannya. Mereka berdua berjalan menuju kamarnya. Ketika mereka hendak masuk ....
"Tuan, Nyonya, sarapan sudah siap." Sebuah suara berasa dari Bi Iyem membuat mereka menoleh.
"Nanti saja, Bi. Bibi makan saja dulu, nanti kami menyusul," ujar Hassan disertai anggukan kepala Hanum
Seketika Bi Iyem paham, apa yang akan…
Dunia Aisyah
Mencari Perhatian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments