Selang beberapa menit setelah Hassan pulang, Aisyah keluar kamar dan segera menuju ke jalan besar. Dia menyetop taxi yang kebetulan lewat.
Aisyah menyuruh supir taxi untuk mengantarkan ke rumah sakit tempat ibunya dirawat.
****
Sementara itu Hassan telah tiba di rumahnya. Dia masuk ke dalam dan melihat Hanum sedang mencuci tangan. Hassan segera menghampiri, dan memeluk istrinya dari belakang.
Hanum terkesiap. "Kamu sudah pulang, Pah?"
"Iya, Mah, maaf ya aku pulang pagi lagi," ucap Hassan seolah merasa bersalah.
"Iya, Pah, tidak apa-apa," kata Hanum tenang.
Perlahan Hassan menyibak surai pendek Hanum, lalu mengecup tengkuk leher istrinya itu.
Deg!
Jantung Hanum berdetak kencang. Seketika adrenalinnya bermain. Kini tangan Hassan mulai bergerak meremas lembut kedua buah kembar Hanum yang berukuran kecil.
"Pah, masih pagi, nanti dilihat Bibi tidak enak," bisik Hanum walaupun dirinya pun sebenarnya merasa nafsu.
"Memangnya kenapa? Kita kan suami istri, dan lagian aku kan hanya melakukan pemanasan," sahut Hassan lirih.
Hanum pun mendadak tersipu, dia berpikir bahwa suaminya akan mengajaknya bergulat di atas ranjang.
Memang, Papah tidak ingin?" tanya Hanum mencoba memancing suaminya.
"Aku belum mandi, Mah. Kan aku baru saja pulang," seloroh Hassan.
"Huuu, Papah ini, sana mandi dulu," cibir Hanum.
"Ya sudah aku mau mandi dulu," kata Hassan sambil menahan tawa.
Hanum mengangguk. "Habis mandi, kita sarapan sama-sama."
"Oke, Mah," angguk Hassan kemudian segera bergegas menuju ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian, Hassan dan istrinya kini duduk bersama dalam satu meja. Mereka menikmati sarapan pagi mereka.
Kriiing ....
Tiba-tiba ponsel Hassan berdering. Hasaan segera meraih benda pipih yang terletak di atas meja makan, kemudian menatap layar ponselnya. Kedua alisnya saling bertaut.
"Momy?" lirih Hassan. Dia sudah dapat menebak tujuan sang ibundanya menelpon.
"Angkat dong, Pah," kata Hanum yang memperhatikan Hassan hanya memandangi ponselnya saja.
"Halo, Mom?" Panggilan…
Dunia Aisyah
Berbohong
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments