Sementara di tempat lain, Aisyah merasa gelisah saat itu. Dia berjalan hilir mudik di depan kamarnya. 'Kok perasaanku nggak enak gini ya? Kenapa aku terus kepikiran sama Mas Hassan. Hem ... jangan-jangan dia sedang asik-asikan sama istrinya,' batinnya mendadak geram.
Tok ... tok ... tok ....
Lamunan Aisyah buyar, tatkala mendengar ketukan pintu yang memang belum memiliki bel rumah.
'Siapa sih?' Aisyah membatin kemudian berjalan membukakan pintu.
"Tini?" lirih Aisyah kepada temannya yang kini telah berdiri di hadapannya.
"Kamu lagi ngapain? Aku pengin main di sini, suntuk di rumah terus," ujar Tini.
"Oh, aku lagi sante aja, kok. Ayo masuk," jawab Aisyah.
Kini kedua gadis itu telah duduk di atas sofa.
"Mau minum apa? Biar aku buatin," tanya Aisyah.
"Gak usah repot-repot," tolak Tini.
"Apanya yang repot? Cuma air kok, aku mau buat sirup, kebetulan haus banget," ujar Aisyah.
"Ya udah, terserah kamu," pasrah Tini.
Aisyah pun berjalan ke dapur, dan tak lama kembali lagi membawa dua gelas berisi sirup dingin. Kemudian dia duduk di dekat Tini.
"Tin, kayaknya aku bosen sama semua ini," kata Aisyah tiba-tiba.
Tini menatap Aisyah dengan kening berkerut. "Bosen gimana, Syah?"
"Bosen terus-terusan kayak gini. Emang bener sih, ini semua salahku. Aku gak hati-hati sampe aku hamil. Dan sekarang aku cuma dinikahi siri, tapi aku tetep gak rela kalau Mas Hassan lagi sama istrinya. Gak tau kenapa, aku pengin memiliki Mas Hassan seutuhnya," tutur Aisyah seraya menyesap gelas berisi sirup itu.
"Wah itu artinya kamu beneran udah jatuh cinta sama Tuan Hassan," seloroh Tini.
"Mungkin kamu bener, aku udah jatuh cinta sama Mas Hassan. Tapi percuma, dia udah punya istri, dan dia cinta banget sama istrinya. Dia gak mungkin nyerein istrinya demi aku. Betul kata pepatah, laki-laki gak mungkin membuang permata demi batu kali."
Tini mendengarkan ucapan Aisyah dengan seksama.
"Kamu yang kuat, Syah. Jangan patah semangat, kamu doa aja terus dan yakinlah, suatu saat pasti Tuan Hassan bisa jadi milik k…
Dunia Aisyah
Sahabat Penghibur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments