Aisyah pun berbaring di atas kasur, dan beberapa menit kemudian Hassan ikut berbaring di samping tubuh Aisyah. Pria itu memeluk Aisyah dari belakang.
Deg!
Jantung Aisyah berdetak kencang, iramanya tak beraturan. Perlahan tangan Hassan menelusuri beberapa bagian sensitif pada tubuh Aisyah. Hingga akhirnya Hassan melucuti satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh Aisyah dan membuangnya ke segala arah.
Hassan mulai memagut bibir Aisyah seraya tangannya memberikan sentuhan-sentuhan kenikmatan pada tubuh gadis itu.
"Ah ...."
Tanpa sadar Aisyah melenguh lirih, dan tangan Hassan kini meraba paha mulus yang sedari tadi terpampang di hadapannya. Mendadak saja milik pria itu tidak bisa menahan lagi, ingin mencetak gol. Setelah cukup melakukan pemanasan, Hassan pun memasukkan pusaka nya yang telah menegang.
"Mas, pelan-pelan ya, aku kan lagi hamil," bisik Aisyah sambil meringis.
"Tenanglah, aku akan melakukannya dengan sangat pelan," sahut Hassan lirih.
Hassan pun bergegas menyatukan tubuh keduanya. Dengan pelan namun pasti dia memasukkan pusakanya ke dalam sarang di hadapannya, dalam dan dalam.
Hassan menghujam milik Aisyah dan menghantamnya dengan lembut dan hati-hati, tanpa menyakiti gadis itu. Dan Aisyah pun mendesah, mengerang dan melenguh, semua menjadi satu bercampur aduk dia rasakan. Antara sakit dan nikmat, naluri Aisyah menuntun untuk menikmati dua rasa yang bertolak belakang.
Hassan terus bergoyang di bawah sana, bibirnya kembali mencumbui tengkuk leher Aisyah hingga tubuh gadis itu menggeliat kenikmatan. ******* demi ******* lolos dari bibir Aisyah terdengar di telinga Hassan membuat pria itu makin bergairah.
Hassan telah meninggalkan jejak merah di sekujur tubuh Aisyah, dia memainkan pucuk gunung dengan lidahnya bahkan menyesapnya dengan penuh nafsu.
Dan ... permainan pun selesai. Aisyah terlelap di pelukan Hassan. Memeluk erat tubuh pria itu setelah pergumulan panas yang terjadi barusan.
'Hem, benar kata temanku, berhubungan dengan orang hamil itu enak, barang…
Dunia Aisyah
Malam Syahdu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments