"Bu, apa Ibu gak curiga, dia itu kerja apa? Masa berangkat malem pulang pagi. Dan gajinya gede lagi, coba aja bayangin, baru kerja berapa bulan udah bisa renovasi rumah," tutur Zaenal sambil menunjuk ke arah Aisyah.
"Zae, kamu jangan suka berburuk sangka, tidak baik," kata Bu Sri berusaha melerai.
"Tapi kan ...."
"Sudah sudah, aku mau berangkat kerja, sudah telat ini. Kalau mau bahas masalah kerja apa, besok saja." Aisyah menyela ucapan kakaknya. Dia pun segera berlalu dari hadapan ibu dan kakaknya.
Zaenal mengepalkan tangannya, merasa geram atas sikap adiknya itu, 'awas kamu,' batinnya.
Bu Sri hanya menggeleng pasrah melihat sikap anak laki-lakinya itu. Wanita itu segera berjalan masuk ke kamarnya.
****
Di tengah perjalanan, Aisyah bertemu dengan Tini yang juga mengendarai sepeda motor. "Halo, Syah," sapa Tini kemudian menghentikan sepeda motornya.
Aisyah menoleh ke arah sepeda motor Tini. "Eh, kamu, Tin."
"Syah, berhenti sebentar," titah Tini.
Aisyah pun menghentikan sepeda motornya. "Kenapa, Tin?"
"Kita mampir kafe dulu, yuk. Temenin aku makan, laper nih," ajak Tini memohon.
"Tapi ... aku udah makan, Tin," kata Aisyah.
"Yah, masa aku makan sendiri," keluh Tini.
"Ya udah, aku temenin, tapi aku gak ikut makan, ya," ujar Aisyah.
"Ya udah, kamu pesen minum aja," usul Tini melebarkan senyumnya.
"Oke deh," angguk Aisyah.
Kedua gadis itu kini tiba di sebuah Cafe Gaul, tempat singgah anak-anak muda. Di tempat tersebut, menyediakan berbagai macam menu nasi dan juga berbagai macam jajanan kekinian.
Aisyah dan Tini masuk ke dalam Cafe tersebut. Seorang pelayan langsung menghampiri mereka, menyapa serta memberikan buku menu kepada mereka.
"Kamu mau minum apa, Syah?" tanya Tini sambil melihat-lihat buku daftar menu.
"Jus mangga boleh, deh," jawab Aisyah.
Tini pun memesan satu porsi seblak dan dua gelas jus mangga. Tak lama, pesanan mereka datang.
"Oh iya, ibuku udah sembuh, Tin. Dia udah pulang kemarin," kata Aisyah sambil menyedot jus pesanannya.
"Oh ya? Wah, syukur deh kalo…
Dunia Aisyah
Ngidam Rujak Buah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments