"Ibu masih di rumah sakit, Pak. Kondisinya masih belum memungkinkan untuk pulang, sedangkan saya harus segera menikah mengingat kondisi saya saat ini, untuk menghindari zinah," ujar Aisyah. Gadis itu sengaja tidak memberitahukan kondisi Bu Sri yang sebenarnya kepada bapak ketua desa, karena dia tidak ingin disuguhi dengan bermacam pertanyaan.
Bapak ketua desa mengangguk tanda mengerti. "Ya, ya, ya, saya paham. Ya sudah, besok kalian bisa kesini jam sepuluh ke atas, dan saya akan membantu menyiapkan semuanya."
"Ya sudah, kalau begitu kami permisi," kata Hassan menutup pembicaraan.
Bapak ketua desa mengangguk, kemudian Aisyah dan Hassan beranjak dan keluar. Mereka menuju ke rumah Aisyah.
"Kamu sudah siap, kan?" tanya Aisyah ketika telah berada di dalam rumah.
"Iya, Mas." Aisyah menjawab terpaksa.
"Ya sudah, saya pulang dulu, ya. Ibu saya sedang ada di rumah, kemungkinan sampai beberapa hari," pamit Hassan.
Aisyah hanya mengangguk, kemudian Hassan mengecup kening Aisyah, dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.
Aisyah bergegas masuk ke dalam kamarnya, dia membanting tubuhnya di atas kasur. Gadis itu mulai terisak kembali.
'Ya Tuhan, aku suka sama Mas Hassan, aku tidak bisa jauh dari dia. Tapi, semua tidak mungkin, Mas Hassan sudah punya istri, jadi kita tidak mungkin bisa hidup bersatu.' Aisyah meracau dalam hati hingga akhirnya dia terlelap dalam tidurnya.
Sore hari, Aisyah membuka mata, dia mendudukkan tubuhnya di atas kasur.
"Astaga! Aku ketiduran, aku harus ke rumah sakit, minta restu sama ibu, kalau besok aku akan nikah, meski cuma nikah siri.
Gadis itu segera membersihkan diri, kemudian memakai kaos lengan panjang berwarna biru laut, dipadukan dengan celana jeans hitam.
Setelah siap, Aisyah berjalan ke dapur, dia melihat beberapa telur di sana. Aisyah pun merebus dua butir telur, untuk dia makan. Karena gadis itu masih saja bermusuhan dengan nasi.
Setelah telur matang, Aisyah mematikan kompor, dan mengeluarkan telur yang sudah dia rebus dari dalam panci. Tak lu…
Dunia Aisyah
Sebuah Rencana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments