Malam hari, Hassan datang ke rumah Aisyah. "Malam ini aku akan menginap di sini, dan besok kita akan pergi bulan madu," ujarnya.
Aisyah hanya diam. Dia berjalan masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Hassan. Aisyah merebahkan tubuhnya di atas kasur, begitupun dengan Hassan.
"Layani aku, sayang," bisik Hassan mulai gombal.
"Tapi aku sedang tidak ingin, Mas, sudahlah tidur saja, yuk," tolak Aisyah.
Hassan merasa kecewa dengan penolakan Aisyah. Dia pun membalikkan tubuhnya, membelakangi Aisyah. Pria itu mencoba untuk tidak meluapkan emosi di depan istri barunya itu.
Dini hari tiba, waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga, namun Hassan belum juga bisa memejamkam matanya. Dia memperhatikan Aisyah yang telah tertidur pulas, diiringi dengkuran lirih.
Tanpa ba-bi-bu, Hassan segera melucuti pakaian Aisyah satu persatu hingga tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh gadis itu.
Hassan menelan salivanya, saat melihat tubuh Aisyah yang indah. Pria itu kesal karena Hanum sedang berhalangan, sehingga tidak dapat melayani dirinya. Akhirnya dia melampiaskannya kepada Aisyah.
"Syah, kamu hamil malah kelihatan seksi walaupun perut kamu belum kelihatan," batin Hassan.
Kemudian jari jemari Hassan mulai nakal menelusuri setiap jengkal tubuh Aisyah. Karena tak tahan lagi, Hassan segera memasukkan pusaka miliknya yang telah mengeras, dan permainan pun dimulai.
Hassan dengan bringasnya menyetubuhi Aisyah, sedangkan Aisyah tak bergeming dari posisinya,dia terlalu asik di alam mimpinya.
Permainan selesai, peluh membasahi tubuh Hassan. Kemudian Hassan membalut tubuh Aisyah dengan selimut, tanpa memakaikan kembali pakaian gadis yang kini telah menjadi istri sirinya itu. Setelah itu, Hassan mengenakan pakaiannya sendiri.
Pukul tujuh pagi, cahaya matahari menembus masuk ke jendela kamar pasangan pengantin itu. Aisyah mengerjapkan matanya, merasa silau. Gadis itu pun beranjak dari tidurnya, dia turun dari ranjang. Mendadak dia terkejut bukan main, mendapati dirinya tak mengenakan pakaian sama…
Dunia Aisyah
Bulan Madu Tertunda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments