"Em, tidak deh, Pah. Aku pulang saja, ya," tolak Hanum.
"Ya sudah, aku antar mamah pulang," kata Hassan.
"Eh, tidak usah, Pah, aku bawa mobil kok," cegah Hanum.
Hassan mengerutkan keningnya. "Lho, mana mobilnya? Kok aku tidak lihat?"
"Aku parkir di gang," kata Hanum salah tingkah.
Hasaan menggelengkan kepala. "Hem, kamu ini, Mah. Ya sudah kalau tidak mau ikut aku."
"Ya sudah aku pulang sekarang," pamit Hanum sekali lagi.
Hassan mengangguk. "Jangan lupa, buku nikah kita di laci meja di ruang kerjaku," ulang Hassan membuat Hanum bertambah salah tingkah.
Setelah Hanum pergi, Hassan berjalan mendekati meja kerjanya. Tanpa disengaja, netranya menangkap laci yang sedikit terbuka. Dia pun segera membuka laci tersebut, dia melihat kertas surat perjanjian dirinya dengan Aisyah dan juga surat nikah siri dengan gadis itu.
Hassan mengambil benda tersebut. "Gawat, apa Hanum sudah tahu tentang surat ini? Em ... sepertinya dia belum tahu. Menurutku, sewaktu dia mau mengambil surat ini, dia langsung menutup laci, dan dia juga seperti kaget gitu. Lagian, kalaupun dia tahu, pasti dia akan marah besar."
Kemudian Hassan berjalan keluar ruangan, menuju ke ruangan Aldi. Hassan langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Pintu terbuka, dan Hassan masuk. Sementara itu Aldi hendak keluar dari ruangan. Dia terkejut melihat Hassan masuk begitu saja.
"Lho, Pak Hassan, apa anda tidak makan siang?" tanya Aldi.
"Sebentar lagi. Oh iya, tolong kamu simpan surat ini di laci kamu. Dan ingat baik-baik, jangan sampai ada yang tahu tentang surat ini," ujar Hassan.
Aldi menerima surat dari tangan Hassan. "Lho, ini kan surat nikah siri dan surat perjanjian Bapak dengan Aisyah?"
"Iya betul. Tadi istri saya kesini, dan hampir saja dia mengetahui surat itu. Sepertinya dia sedang menyelidikiku. Mungkin selama ini dia curiga karna aku selalu pulang pagi," tutur Hassan.
"Oh, baiklah kalau begitu. Saya akan menyimpan surat ini sebaik mungkin," kata Aldi.
"Ya sudah, saya keluar dulu," kata Hassan di…
Dunia Aisyah
Selalu Gagal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments