**Kediaman Rumah Hassan
Hanum membuka mata, dia bergegas beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya. Perut Hanum terasa mulas saat itu.
Di dalam kamar mandi, Hanum melepas baju dan pakaian dalamnya. Betapa terkejutnya dia karena mendapati bercak merah pada dalaman berbentuk segitiga yang dia kenakan.
'Hem, datang bulan lagi. Apakah aku tidak akan bisa hamil?' batinnya.
Hanum pun segera mengguyur seluruh tubuhnya dengan air hangat dari shower. Selesai membersihkan diri, Hanum keluar dari kamar mandi dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Kemudian, dia merekatkan pembalut pada dalaman segitiga, dan segera memakainya supaya darah haid tidak menetes dan berceceran di lantai.
Bertepatan dengan itu, Hassan membuka matanya, dia terperanjat saat melihat Hanum hanya memakai dalaman segitiga. Hanum berdiri di depan lemari memilih baju yang akan dia pakai.
Terlihat jelas lekuk tubuh Hanum sehingga membangkitkan gairah Hassan sebagai pria normal. Tanpa basa basi, Hassan segera turun dari tempat tidur dan langsung memeluk istrinya dari belakang. Sontak saja Hanum pun terkesiap, dia berusaha memberontak.
"Pah, lepasin."
"Layani aku, Mah. Aku ingin ...." Hassan berbisik di telinga Hanum.
"Tidak bisa, Pah," tolak Hanum tegas.
"Ayolah, nanti kamu mandi lagi tidak masalah," paksa Hassan.
"Aku sedang datang bulan ...."
Ucapan Hanum membuat Hassan segera melepaskan pelukannya.
'Sial,' batinnya.
Dengan langkah gontai, Hassan berjalan ke kamar mandi, dan segera membersihkan diri. Sedangkan Hanum yang sudah berpenampilan rapi pun segera keluar kamar menuju meja makan. Wanita itu duduk menunggu Hassan selesai mandi. Di hadapan wanita itu, sudah tersedia dua tangkup roti tawar dengan toping keju dan dua gelas susu putih. Namun Hanum ingin makan bersama suaminya. Untuk itu, dia hanya menatap hidangan yang tersaji.
Tak lama Hassan datang, pria itu sudah berpakaian kantor. Dia duduk di sebelah Hanum.
"Sarapan dulu, Pah," kata Hanum.
"Iya, Mah," angguk Ha…
Dunia Aisyah
Pengaduan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments