"Ini mau angkat, tapi di sini berisik, aku ke toilet dulu ya," ujar Aisyah segera berlalu tanpa menunggu jawaban dari Tini.
Sementara Tini hanya menggelengkan kepala merasa konyol dengan tingkah temannya itu. Sedangkan Hanum masih memainkan ponselnya menunggu pesanan dengan sabar. Namun mendadak hatinya tidak tenang, nama Hassan yang disebut oleh Aisyah masih terus terngiang di telinga, dan prasangka buruk pun terlintas dalam benaknya.
'Kok perasaanku jadi tidak enak gini, ya? Kenapa aku masih terus kepikiran, dengan nama suami anak itu, yang sama dengan nama suamiku?' batin Hanum.
Karena terus dihantui rasa penasaran, Hanum pun nekat menyusul Aisyah ke toilet. Dia beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan menuju arah belakang restauran itu.
Tini yang mengetahui Hanum berjalan menuju toilet, pun menjadi panik seketika. Dia segera mengirim pesan kepada Aisyah.
[Awas, Syah, istri Tuan Hassan sekarang lagi ke toilet.]
Sementara di toilet ....
[Ya sudah, pokoknya kamu jangan banyak pikiran, tidak apa-apa kalau kamu mau keliling sama teman kamu, tapi ingat, jangan macam-macam.]
Terdengar suara Hassan di telinga Aisyah, berasal dari seberang sana. Aisyah pun mengakhiri panggilan, dia sengaja tidak memberitahukan kepada Hassan, bahwa dirinya bertemu dengan Hanum.
Setelah itu, Aisyah melihat notifikasi pesan dari Tini. Setelah membaca pesan tersebut, Aisyah tersenyum. 'Untung sudah selesai telpon,' batinnya.
Tepat ketika Aisyah keluar dari toilet, Hanum datang. Namun Aisyah lega karena obrolan dengan Hassan telah berakhir.
Aisyah berpapasan dengan Hanum. Gadis itu hanya diam sambil menatap wajah madunya itu. Sedangkan Hanum mendadak menjadi salah tingkah.
"Em ... maaf, apa kita tadi ketemu?" tanya Hanum berbasa-basi kepada Aisyah.
"Eh, i-iya, anda yang menabrak saya dan teman saya, kan? Eh ... atau saya yang menabrak anda? Ah, sepertinya kita tidak sengaja bertabrakan," ucap Aisyah sopan, namun dalam hatinya berdebar kencang.
Hanum tertawa kecil. "Sepertinya, kita meman…
Dunia Aisyah
Ragu Pada Kenyataan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments